Ada Apa Dengan Jembatan Kewek Jogja? Kenapa dan Kapan Dibangun Ulang?
Ada apa dengan Jembatan Kewek di Jogja? Mengapa Pemkot Yogyakarta berencana membangun ulang Jembatan Kewek pada tahun 2026 mendatang?
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
"Kita akan seleksi di depan Gramedia, petugas akan mengatur buka tutupnya. Lebih hulu lagi, di pertigaan Ringroad dari arah Jalan Solo, kita pasang petugas untuk saling komunikasi," paparnya.
"Kalau kondisi memang overload, bus kita arahkan ke Ringroad. Nanti dilewatkan Jalan Magelang, baru ke selatan masuk kota dan parkir di Ngabean. Itu situasi Plan B-nya," tambah Wali Kota.
Ubah kebiasaan warga
Sebelumnya, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, mengatakan, rekayasa akan mengubah kebiasaan pengendara yang hendak menuju Malioboro dari arah Tugu (Jalan Margoutomo).
Langkah tersebut diambil menyusul kondisi konstruksi Jembatan Kewek yang dinilai sudah kritis, sehingga memerlukan preservasi segera.
"Kendaraan dari Jalan Margoutomo yang biasanya di titik ini (Jembatan Kewek) bisa langsung belok kanan ke Malioboro, saat ini kita teruskan lurus sampai ke Kridosono (arah Stadion)," ujarnya, di sela pemantauan, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, sosialiasi akan dilangsungkan agar pengguna jalan semakin akrab dengan rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan jangka panjang tersebut.
Ardi memprediksi, setelah masyarakat mengetahui perubahan yang berlaku, perilaku berkendara menuju Malioboro akan bergeser menuju Simpang Gramedia.
"Nanti lambat laun masyarakat akan mengubah rutenya, dari (Jalan) Margoutomo menjadi ke Simpang Gramedia menuju ke selatan. Jadi prediksi kami Simpang Gramedia akan terjadi peningkatan arus yang besar," jelasnya.
Untuk mengantisipasi stuck di kawasan seputaran Stadion Kridosono, kepolisian pun sudah menyiapkan skenario diskresi di beberapa simpang krusial.
Pertama, di Simpang Gramedia, kendaraan dari arah Jalan Cik Di Tiro nantinya diperbolehkan belok kiri langsung ke arah timur jika ruas menuju Kridosono padat.
"Kemudian, di Simpang Galeria, arus yang ke arah timur akan diizinkan berbelok ke kanan (ke arah selatan) menuju Flyover Lempuyangan," urainya.
Sejarah Jembatan Kewek
Jembatan Kewek atau juga disebut Kretek Kewek terdiri dari jembatan kereta api dan jembatan jalan raya yang melintas di atas Kali Code dan menghubungkan kawasan Kotabaru dan Malioboro, berdasarkan laman pariwisata.jogjakota.go.id.
Pada bagian atas Kretek Kewek terdapat jembatan kereta api dengan jalur ganda yang menghubungkan Stasiun Yogyakarta dengan Stasiun Lempuyangan.
Sebelumnya, di tahun 2011, dilakukan renovasi dan pembangunan jalur ganda jaringan rel kereta api di Jembatan Kewek.
Setelahnya, jalur rel yang melintasi jembatan Kleringan juga telah dielektrifikasi pada tahun 2020 untuk mendukung lalu lintas kereta rel listrik (KRL) di Yogyakarta.
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026 Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
| Melihat Motor Drag Listrik Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Speed Tembus 134,4 Km/Jam |
|
|---|
| AJI Yogyakarta Kecam Israel atas Penculikan Jurnalis WNI, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta: Umar dan Dodok Resmi Jadi Kandidat Presiden Brajamusti |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Sore-Malam Hari Ini Selasa 19 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rekayasa-Lalin-Jembatan-Kewek-Warga-Ledok-Tukangan-Khawatir-Kampungnya-Jadi-Jalur-Alternatif.jpg)