PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta: Umar dan Dodok Resmi Jadi Kandidat Presiden Brajamusti
Dalam proses pengundian, Heppy Alhasni mendapatkan nomor urut 1, sedangkan RM Satrio Wijayanto memperoleh nomor urut 2.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Heppy Alhasni dan RM Satrio Wijayanto resmi jadi kandidat Presiden Brajamusti dengan nomor urut 1 dan 2.
- Panitia berharap Musta VI berjalan damai tanpa perpecahan, diikuti 177 laskar dari DIY hingga luar daerah.
- Jadwal Musta mundur ke 2026 karena pandemi dan tahun politik, dengan pesan agar presiden terpilih menjaga marwah organisasi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemilihan Presiden Brajamusti dalam Musyawarah Anggota (Musta) VI dipastikan menghadirkan dua kandidat, yakni Heppy Alhasni atau Umar dan RM Satrio Wijayanto yang akrab disapa Dodok.
Keduanya resmi memperoleh nomor urut dalam agenda Deklarasi Damai dan Pengambilan Nomor Urut Calon Presiden Brajamusti yang berlangsung di Wisma Soeratin, Senin (18/5/2026) malam.
Dalam proses pengundian, Heppy Alhasni mendapatkan nomor urut 1, sedangkan RM Satrio Wijayanto memperoleh nomor urut 2.
Visi sama
Kedua calon juga disebut memiliki visi yang sama dalam menjaga persaudaraan antarsuporter serta merawat semangat Mataram Is Love.
Sekjen Brajamusti, Nico Angga Ari, menilai kedua kandidat merupakan sosok yang memiliki karakter kuat dan loyalitas tinggi terhadap PSIM Jogja maupun Brajamusti. Terlebih, keduanya saat ini tercatat sebagai anggota DPP Brajamusti.
“Sebenarnya, panitia berharap ada persaingan dari luar struktur DPP. Namun hingga batas waktu, hanya dua kader ini yang mengembalikan berkas pendaftaran,” jelasnya di sela pengambilan nomor urut.
Tanpa perpecahan
Nico pun berharap seluruh laskar di bawah naungan Brajamusti dapat memberikan dukungan dengan cara yang baik. Ia menekankan agar pelaksanaan Musta tidak memunculkan perpecahan di internal suporter.
Menurut Nico, Brajamusti sebagai kelompok suporter tertua di DIY memiliki basis massa yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kota Yogya, Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo hingga luar daerah seperti Purworejo, Klaten, Magelang, Jakarta, dan Bali.
“Ada 177 laskar yang siap meramaikan Musta VI sekaligus pemilihan presiden. Kami semua tetap saudara. Brajamusti ini bukan sekadar kelompok suporter, tapi juga daya tarik bagi DIY dan tentunya menjadi nyawa bagi PSIM,” tegasnya.
Perubahan jadwal
Sementara itu, Ketua Tim Musta VI Brajamusti, Rendra Suyanto, menyebut pelaksanaan Musta tahun ini memiliki perbedaan dibanding edisi sebelumnya. Panitia tidak membuka pendaftaran laskar baru dan hanya melakukan registrasi ulang terhadap laskar yang sudah terdaftar.
“Kami menjalankan registrasi ulang karena sebelumnya sudah diagendakan DPP Brajamusti pada 2022/2023. Ini untuk menanggulangi adanya laskar fiktif,” tuturnya.
Rendra juga menjelaskan mundurnya jadwal Musta hingga 2026 disebabkan perubahan jadwal kompetisi setelah pandemi Covid-19 serta berlanjutnya tahun politik. Kondisi tersebut membuat izin keramaian dari pihak kepolisian sempat sulit diperoleh.
Jaga marwah organisasi
”Maka dari itu, momen setelah kompetisi selesai di tahun ini adalah waktu yang paling tepat untuk menggelar Musta. Sejauh ini, rangkaian tahapan sudah berjalan 60 persen. Terima kasih kepada teman-teman Laskar yang sudah respect terhadap organisasi,” cetusnya.
Selain itu, Rendra menitipkan pesan kepada presiden terpilih nantinya agar menjaga marwah organisasi, menyusun program kerja yang amanah, dan tetap berpegang teguh pada AD/ART Brajamusti.
”Saya sangat berharap Brajamusti ke depan tidak melulu hanya mengurusi sepak bola. Karena mendukung PSIM itu bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi kami. Brajamusti harus berbenah agar kehadirannya bisa semakin bermanfaat secara sosial bagi masyarakat Jogja dan DIY,” tandasnya.
| Van Gastel Dipastikan Dampingi PSIM Yogyakarta ke Malang, Mudik ke Belanda Setelah Lawan Arema |
|
|---|
| Derby DIY Bakal Kembali Tersaji di Kasta Tertinggi, Bos PSIM Yogyakarta Ungkap Hal Ini |
|
|---|
| Pelatih PSIM Yogyakarta Akui Peran Penting Razzi Sebagai Manajer Tim, Merasa Kehilangan Rekan Kerja |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Belum Bisa Kembali ke Mandala Krida, Ini Langkah Manajemen hingga Respon Wali Kota |
|
|---|
| Lampu Harapan di Mandala Krida: Jalan Pulang PSIM Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PSIM-Yogyakarta-Umar-dan-Dodok-Resmi-Jadi-Kandidat-Presiden-Brajamusti.jpg)