PSIM Yogyakarta
Lampu Harapan di Mandala Krida: Jalan Pulang PSIM Yogyakarta
Harapan suporter PSIM Yogyakarta untuk kembali menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Stadion Mandala Krida perlahan menemukan titik terang
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Suporter PSIM Yogyakarta mulai melihat harapan untuk kembali ke Stadion Mandala Krida. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memastikan status hukum stadion kini memungkinkan renovasi fisik dilakukan, membuka peluang PSIM pulang ke rumahnya.
Tribunjogja.com Jogja - Harapan suporter PSIM Yogyakarta untuk kembali menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Stadion Mandala Krida perlahan menemukan titik terang.
Sejak lama, stadion yang menjadi ikon sepak bola Yogyakarta itu terkunci oleh masalah hukum, membuat Laskar Mataram harus menjalani status sebagai "tim musafir".
Namun, kabar terbaru membawa angin segar bagi ribuan pendukung setia.
Sinyal positif datang langsung dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Saat ditemui di sela laga PSIM kontra Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/26) malam, ia menyampaikan bahwa akar masalah yang selama ini menghambat renovasi fisik Mandala Krida mulai terurai.
Status stadion yang sebelumnya menjadi barang bukti sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tidak lagi menghalangi langkah pemerintah daerah.
Hasto menegaskan, dengan status hukum yang lebih jelas, pemerintah memiliki keleluasaan untuk melakukan rekonstruksi maupun perbaikan fasilitas stadion. Hal ini membuka jalan bagi Mandala Krida untuk memenuhi syarat sebagai venue kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League.
Salah satu syarat mutlak adalah kelayakan lampu stadion. Menyadari hal itu, Hasto berkomitmen memprioritaskan pengadaan lampu dengan sistem terpisah dari struktur utama gedung, agar tidak terhambat oleh birokrasi.
“Kalau lampu bisa terpisah dari bangunan, saya akan berusaha mewujudkannya. Dengan begitu, PSIM bisa segera pulang ke Mandala Krida,” tegasnya.
Meski kapasitas penonton akan dibatasi, ia optimis atmosfer dukungan suporter tetap terjaga. “Di SSA saja kapasitas maksimal hanya 10 ribu, tapi atmosfer tetap hidup. Jadi Mandala Krida pasti bisa,” tambahnya.
Kepulangan PSIM ke Mandala Krida bukan sekadar soal teknis, melainkan juga soal marwah. Hasto menekankan bahwa Mandala Krida adalah simbol kebanggaan Yogyakarta.
Dukungan penuh dari pemerintah kota diharapkan mampu mengakhiri periode panjang PSIM sebagai tim pengembara.
“Marwah kita ada di Mandala Krida. Saya senang karena stadion ini masih ada di hati masyarakat Yogya,” ujarnya penuh semangat.
• PSIM Yogyakarta Bungkam Madura United di Laga Kandang Terakhir, Van Gastel: Kami Layak Menang
Tanggapan CEO PSIM
Di sisi lain, CEO PSIM, Liana Tasno, memahami kerinduan suporter. Namun, ia realistis bahwa proses administrasi dan kesiapan stadion membutuhkan waktu. Untuk musim depan, Mandala Krida kemungkinan belum bisa digunakan.
| PSIM Yogyakarta Bungkam Madura United di Laga Kandang Terakhir, Van Gastel: Kami Layak Menang |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Tutup Laga Kandang Musim Ini dengan Kemenangan, M Iqbal Cetak Gol Salto |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Unggul 2-0 Atas Madura United di Babak Pertama, Vidal dan Iqbal jadi Pembeda |
|
|---|
| Susunan Pemain PSIM Yogyakarta vs Madura United: Haljeta Kembali Jadi Cadangan |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta vs Madura United, 8.500 Tiket Sold Out Ludes Diserbu Suporter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Renovasi-Stadion-Mandala-Krida-Terkendala-Pengawasan-KPK-Ini-Kata-Sekda-DIY.jpg)