PSIM Yogyakarta
Van Gastel Beri Program Khusus pada Pemain PSIM Yogyakarta Selama Libur Kompetisi
Van Gastel meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi fisik agar tidak kehilangan kebugaran saat kembali menjalani latihan pada Juli mendatang.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kompetisi Super League 2025/2026 telah berakhir pada pertengahan Mei 2026 lalu.
PSIM Yogyakarta yang berstatus sebagai tim promosi berhasil menuntaskan musim dengan pencapaian positif, yakni bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Seiring berakhirnya kompetisi, seluruh pemain dan staf pelatih Laskar Mataram telah kembali ke daerah maupun negara asal masing-masing. Termasuk pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.
Meski kompetisi musim depan baru akan dimulai pada 4 September 2026, Van Gastel tetap memberikan pekerjaan rumah kepada para pemainnya selama masa libur.
Ia meminta seluruh pemain untuk tetap menjaga kondisi fisik agar tidak kehilangan kebugaran saat kembali menjalani latihan pada Juli mendatang.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, jeda kompetisi yang lebih panjang memang menjadi kesempatan bagi pemain untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik maupun mental setelah menjalani musim yang melelahkan.
“Ya, karena awal musim akan dimulai lebih lambat, maka para pemain dan staf akan mendapatkan masa libur sedikit lebih panjang dibanding biasanya,” ujar Van Gastel, Minggu (31/5/2026).
Meski demikian, ia menilai situasi tersebut masih cukup ideal.
Pasalnya, pada musim sebelumnya kompetisi telah berakhir lebih cepat sehingga para pemain juga memiliki waktu istirahat yang cukup panjang.
“Tapi di sisi lain, musim lalu liga sudah selesai pada Februari, jadi menurut saya tahun ini tidak terlalu buruk,” lanjutnya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta: Deri Corfe Nikmati Liburan, Tetap Jaga Kebugaran untuk Musim Baru
Program Khusus
Van Gastel menjelaskan bahwa tim pelatih telah memberikan program khusus kepada para pemain selama masa libur kompetisi.
Pada tahap awal, pemain diminta fokus beristirahat dan memulihkan kebugaran serta kesegaran mental.
Namun setelah beberapa pekan, mereka wajib kembali menjalani latihan mandiri untuk menjaga kondisi fisik.
“Dan memang, kami memberikan program kepada mereka. Pertama, mereka harus beristirahat, memulihkan kondisi, dan mengembalikan kesegaran pikiran. Setelah beberapa minggu, mereka harus mulai kembali bekerja untuk meningkatkan kebugaran mereka,” tegasnya.
Program tersebut diharapkan membuat para pemain tetap berada dalam kondisi prima saat PSIM Yogyakarta memulai persiapan menghadapi Super League 2026/2027 pada Juli mendatang. (*)
| Keluarga Besar PSIM Yogyakarta Berbagi Kurban untuk Warga Baciro |
|
|---|
| Soal Gambaran Skuat dan Pemain Anyar PSIM Yogyakarta Musim Depan, Van Gastel: Kita Lihat Budgetnya |
|
|---|
| Juli Mulai Latihan, PSIM Yogyakarta Mulai Bergerak Sambut Musim Baru |
|
|---|
| Empat Bulan Bela PSIM Yogyakarta, Jop Van Der Avert Ungkap Kesan-kesannya bersama Laskar Mataram |
|
|---|
| Kabar Baik bagi PSIM Yogyakarta, Sultan Beri Sinyal Kuat Mandala Krida Bisa Digunakan Laskar Mataram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PSIM-Yogyakarta-Stabil-di-Papan-Tengah-Van-Gastel-Soroti-Mentalitas-Tim.jpg)