PSIM Yogyakarta

Lampu Harapan di Mandala Krida: Jalan Pulang PSIM Yogyakarta

Harapan suporter PSIM Yogyakarta untuk kembali menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Stadion Mandala Krida perlahan menemukan titik terang

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribun Jogja
Stadion Mandala Krida. 

Sebagai langkah antisipasi, PSIM tetap menyiapkan Stadion Sultan Agung sebagai opsi homebase. Klub bahkan telah menganggarkan penambahan lampu sesuai standar I.

League, perawatan intensif rumput, serta pengadaan kursi tunggal (single seat) demi memenuhi lisensi klub.

“Musim depan sepertinya belum bisa kembali ke Mandala Krida. Tapi kami sudah menyiapkan SSA dengan fasilitas tambahan agar sesuai standar kompetisi nasional,” jelas Liana.

Kabar ini menjadi titik terang bagi suporter PSIM Yogyakarta. Meski belum bisa segera kembali ke Mandala Krida, langkah-langkah nyata dari pemerintah dan klub menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan impian bersama. 

Kepulangan PSIM ke rumahnya sendiri diyakini akan melipatgandakan motivasi tim dalam mengarungi kerasnya kompetisi Super League.

Sejarah Stadion Mandala Krida

Pembangunan Awal (1977–1984): 

  • Stadion Mandala Krida mulai dibangun oleh Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 1977. Proses pembangunan memakan waktu cukup panjang dan baru selesai pada tahun 1984.  Saat itu, stadion ini menjadi yang terbesar di Yogyakarta.

Fasilitas Stadion

  • Menurut data resmi Balai Pemuda dan Olahraga DIY (BPO DIY):
  • Lapangan sepak bola dengan lintasan lari.
  • Tribun penonton berkapasitas 25.000 orang.
  • Ruang ganti dilengkapi toilet.
  • Ruang wasit.
  • Fasilitas tambahan di kompleks stadion: lapangan voli pasir, lapangan basket, dinding panjat tebing, musholla, toilet, dan area parkir. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved