Melihat Motor Drag Listrik Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Speed Tembus 134,4 Km/Jam
Siswa Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah Yogyakarta secara kolektif mengembangkan motor drag listrik yang diberi nama Mugatech.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Siswa Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah Yogyakarta secara kolektif mengembangkan motor drag listrik. Motor drag listrik tersebut diberi nama Mugatech.
- Karya tersebut telah diujicoba di kawasan Pantai Depok pada 1 Mei 2026. Hasilnya, motor tersebut dapat melaju hingga 134,4 kilometer per jam.
- Satu siswa yang terlibat dalam pembuatan motor drag listrik, Muhammad Rizki Saputra mengaku bangga. Siswa kelas XI Teknik Permesinan 2 ini terlibat dalam pembuatan tangki.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siswa Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah Yogyakarta secara kolektif mengembangkan motor drag listrik. Motor drag listrik tersebut diberi nama Mugatech.
Motor tersebut telah diujicoba di kawasan Pantai Depok pada 1 Mei 2026. Hasilnya, motor tersebut dapat melaju hingga 134,4 kilometer per jam.
Salah satu siswa yang terlibat dalam pembuatan motor drag listrik, Muhammad Rizki Saputra mengaku bangga. Siswa kelas XI Teknik Permesinan 2 ini terlibat dalam pembuatan tangki.
“Jelas ada rasa bangga tersendiri. Ini jerih payah, rasa susah sendiri, dan akhirnya bisa menjadi seperti ini. Sangat bangga,” katanya saat ditemui di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Selasa (19/5/2026).
Dalam waktu sekitar enam bulan, para siswa merakit berbagai komponen dan mewujudkan motor drag listrik tersebut. Sekitar 80 persen komponen dibuat sendiri oleh para siswa.
Rizki juga berkesempatan menjajal langsung motor drag listrik tersebut saat uji coba. Menurut dia, ada beberapa hal yang masih perlu perbaikan agar lebih optimal.
“Saya kemarin juga yang mencobanya. Kalau menurut saya untuk motor listrik cukup, namun masih perlu direvisi. Pertama dari rangka terlalu berat, kalau drag harus mengurangi bobot. Mungkin juga baterainya kurang besar. Kemarin bisa segitu (kecepatan 134,5 km/jam) karena baterainya full,” ujarnya.
Penggarapan motor drag listrik ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2025.
Ketua Jurusan Teknik Permesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hindro Harimawan mengungkapkan ide pengembangan ini muncul karena ingin menciptakan kendaraan yang tidak mengunakan BBM dan ramah lingkungan. Mengingat harga BBM saat ini semakin tinggi.
Di sisi lain, para siswa juga gemar memodifikasi motor. Gayung bersambut, ide ini mendapat respon positif dari para siswa.
“Anak-anak juga bersemangat. Kita mulai sejak tahun lalu sebetulnya, kita pelajari dulu desain-desain yang sudah ada, kemudian kita aplikasikan ke motor listrik yang kita buat. Siswa yang terlibat itu kelas XI dan kelas XII yang kemarin lulus,” ungkapnya.
Siswa terlibat aktif
Para siswa terlibat aktif dalam membuat tangki, rangka, dan lain-lain. Ada divisi-divisi khusus sehingga seperti di pabrik.
“Jadi ini sebenarnya edukasi, tetapi dengan cara yang menyenangkan, karena sesuai dengan kegemaran para siswa,” ujarnya.
| Pengakuan Eks Pentolan Geng Pelajar Jogja: Bongkar Gurita Kaderisasi dan Penyesalan yang Tersisa |
|
|---|
| Diduga Masuk Jalur Berlawanan, Pajero Tabrak Honda Beat di Salaman, Satu Meninggal Dunia |
|
|---|
| Menguji 'Ruh' Kejogjaan di Gerbang Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial |
|
|---|
| Cerita Guru Non-ASN di Sekolah Negeri di Jogja, Butuh Kepastian Nasib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/M-Rizki-Saputra-setel-rantai-Mugatech-motor-drag-listrik-siswa-SMK-Muhammadiyah-3-Yogyakarta.jpg)