Harga Solar Nonsubsidi Naik, Dishub Kulon Progo Minta Anggaran Tambahan untuk BBM Bus Sekolah

Naiknya harga solar non subsidi rupanya berdampak pada operasional Bus Sekolah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
BUS SEKOLAH - Salah satu armada Bus Sekolah yang terparkir di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, Kamis (11/06/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Naiknya harga solar nonsubsidi berdampak pada operasional Bus Sekolah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo.
  • Harga BBM Dexlite yang melonjak membuat anggaran operasional Bus Sekolah jadi membengkak.
  • Tambahan anggaran juga digunakan untuk pemeliharaan rutin armada Bus Sekolah di Kulon Progo

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Terbaru, kenaikan harga dilakukan pada BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green 95.

Sebelumnya, Pertamina juga telah menaikkan harga BBM jenis solar nonsubsidi, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex.

Kenaikannya pun cukup signifikan, sedangkan untuk BBM subsidi sampai saat ini harganya masih dijaga agar tidak mengalami kenaikan.

Naiknya harga solar non subsidi rupanya berdampak pada operasional Bus Sekolah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo.

Sekretaris Dishub Kulon Progo, Yuniar Wibowo mengatakan Bus Sekolah menggunakan BBM jenis Dexlite.

"Secara aturan, Bus Sekolah memang harus pakai BBM nonsubsidi, berbeda dengan armada pengangkut sampah yang bisa memakai Biosolar (solar bersubsidi)," jelas Yuniar ditemui pada Kamis (11/06/2026).

Harga Dexlite sendiri naik cukup tajam, dari yang sebelumnya Rp13.600 per liter kini menjadi Rp23.000 per liter. 

Anggaran Operasional Membengkak

Naiknya harga Dexlite pun membuat anggaran operasional Bus Sekolah jadi membengkak.

Yuniar mengatakan pihaknya telah meminta tambahan anggaran untuk operasional Bus Sekolah.

Koordinasi dilakukan dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

"Kami meminta perhitungan kembali untuk anggaran operasional dari Agustus sampai Desember karena kenaikan harga solar nonsubsidi ini," ujarnya.

Baca juga: Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik, Pengguna Pertalite di Kulon Progo Diprediksi Melonjak

Tambahan anggaran juga digunakan untuk pemeliharaan rutin armada Bus Sekolah, mengingat harga sejumlah komponen juga mengalami kenaikan. Salah satunya oli.

Meski begitu, Yuniar memastikan operasional Bus Sekolah tetap berjalan seperti biasa sampai saat ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved