DIY Bersiap Sambut Momen Libur Sekolah 2026, Okupansi Hotel Ditargetkan Tembus 85 Persen
PHRI DIY memproyeksikan lonjakan tingkat hunian hotel dan kunjungan restoran, dengan target okupansi menembus 85 persen selama libur sekolah
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang periode libur sekolah di Jakarta dan Jawa Barat yang akan berlangsung secara serentak pada 27 Juni hingga 11 Juli 2026, pelaku industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mematangkan persiapan.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memproyeksikan lonjakan tingkat hunian hotel dan kunjungan restoran, dengan target okupansi menembus 85 persen selama periode liburan tersebut.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyampaikan bahwa saat ini pergerakan reservasi mulai terlihat meski belum mencapai titik puncak.
Kawasan tengah kota, khususnya Malioboro dan sekitarnya, diproyeksikan masih menjadi episentrum daya tarik, terutama bagi wisatawan rombongan keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi, kereta api, maupun pesawat terbang.
Siapkan Strategi
Untuk menarik minat wisatawan sekaligus memperpanjang masa tinggal (length of stay), pelaku industri perhotelan di DIY telah menyiapkan sejumlah strategi.
Beberapa hotel mulai menggandeng biro perjalanan wisata untuk menyediakan paket wisata terintegrasi, termasuk menawarkan paket menginap yang sudah mencakup layanan makan malam dan hiburan keluarga.
Dalam menghadapi gelombang kedatangan wisatawan dari dua provinsi padat penduduk tersebut, PHRI DIY menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas.
Mitigasi terhadap potensi penumpukan tamu juga terus dikoordinasikan.
"Sampai dengan saat ini reservasi di periode tersebut masih di angka 30 persen sampai 40 persen, kita berharap periode tersebut bisa 85 persen atau ada kenaikan di banding rata-rata bulan biasa sekitar 15 persen sampai 20 persen," ujar Deddy.
Terkait langkah antisipasi layanan dan kepadatan lalu lintas, Deddy memaparkan secara rinci pedoman operasional anggota PHRI di lapangan.
"Kita jadikan momentum tersebut sebagai penguatan branding DIY sebagai destinasi yang ngangeni dengan memberikan hospitality yang baik dari SDM, fasilitas, dan lain-lain. Anggota PHRI DIY selama ini selalu berkomunikasi via grup WA bila ada tamu yang belum dapat kamar ke hotel lainnya. Namun kita berharap para wisatawan terlebih dahulu reservasi ke hotel yang dipilih agar tidak terjadi penumpukan dan kebingungan cari kamar hotel di DIY, dan menambah kepadatan lalu lintas karena mutar-mutar cari kamar," tegasnya.
Baca juga: Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan School Break Getaway Sambut Musim Libur Sekolah
Daya Tahan Pariwisata Yogyakarta
Optimisme PHRI DIY sejalan dengan tren makro pariwisata daerah.
Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin selektif mengatur pengeluaran, DIY dinilai tetap menjadi destinasi 'tahan banting.'
Kombinasi budaya, wisata sejarah, dan kuliner lokal dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau membuat daerah ini tetap menjadi prioritas utama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), performa pariwisata DIY mencatatkan rekam jejak yang solid.
| Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan School Break Getaway Sambut Musim Libur Sekolah |
|
|---|
| Waisak 2570 BE Bawa Berkah Ekonomi, Hotel dan Homestay di Borobudur Ludes Terisi |
|
|---|
| Libur Iduladha, Okupansi Hotel di Bumi Projotamansari Bertahan di Angka 50 Persen |
|
|---|
| Tujuh Hotel di DIY Jadi Sasaran Penipuan, Nomor Telepon Diubah hingga Munculnya Akun Palsu |
|
|---|
| Libur Idul Adha, Okupansi Hotel di DIY Lesu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tugu-Pal-Putih-atau-Tugu-Golong-Gilig.jpg)