DIY Bersiap Sambut Momen Libur Sekolah 2026, Okupansi Hotel Ditargetkan Tembus 85 Persen

PHRI DIY memproyeksikan lonjakan tingkat hunian hotel dan kunjungan restoran, dengan target okupansi menembus 85 persen selama libur sekolah

Tayang:
Dok. Tribunjogja.com
Tugu Pal Putih Yogyakarta 

Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 40,6 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 102.817 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY.

Tren positif ini terus berlanjut; pada Kuartal I-2026, jumlah wisnus ke Yogyakarta telah menembus 10,4 juta kunjungan, melampaui pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,2 juta kunjungan (YoY).

General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, mengonfirmasi bahwa pergeseran tren wisata kini lebih berorientasi pada pengalaman autentik yang dekat dengan kehidupan lokal.

“Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau. Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja,” ungkap Ovaldo.

Sepanjang tahun 2025, Yogyakarta tercatat sebagai salah satu kota tier-1 bagi platform teknologi perhotelan RedDoorz, dengan lebih dari 445.000 pemesanan.

Momentum tersebut terus bertumbuh, terlihat dari tingkat okupansi properti RedDoorz di Yogyakarta pada libur Lebaran 2026 yang mencapai 55 persen, naik tajam 91 persen secara tahunan (YoY).

Lebih lanjut, pelaku industri perhotelan juga tengah mencermati perubahan perilaku wisatawan, khususnya dari kalangan Gen Z dan milenial. Wisatawan Gen Z tercatat sangat mengandalkan riset digital—membandingkan ulasan, aksesibilitas, harga, hingga visual di TikTok dan Instagram—sebelum memesan penginapan. Di sisi lain, wisatawan milenial lebih mengutamakan kenyamanan, lokasi strategis, serta kepraktisan untuk liburan keluarga atau grup.

“Untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, kami terus memperkuat strategi multi-brand di Yogyakarta melalui jaringan SANS dan URBANVIEW yang menyasar segmen wisatawan berbeda, mulai dari wisatawan yang sensitif terhadap harga, hingga wisatawan yang mencari pengalaman menginap lebih modern dan estetik,” tambah Ovaldo. 

Ia menyebutkan, sepanjang 2025, brand bergaya lifestyle dan estetik seperti SANS Hotel mencetak okupansi 1,3 kali lebih tinggi dibanding rata-rata hotel lain di Kota Yogyakarta.

Peningkatan okupansi akibat adaptasi tren ini dirasakan langsung oleh pengelola properti lokal. Puspita Melati, pemilik SANS Hotel Nagari Malioboro, menyebutkan transformasi manajemen berdampak signifikan pada bisnisnya.

“Sebelum dikelola langsung bersama RedDoorz, rata-rata tingkat hunian properti kami berada di kisaran 40 persen. Kini, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 75 persen. Hal ini berkat dukungan keahlian operasional dari RedDoorz. Kolaborasi dengan RedDoorz telah membantu kami memperluas jangkauan pasar, sekaligus tetap konsisten menyajikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para tamu,” jelasnya.

Menyongsong tingginya permintaan ke depan, termasuk pada momentum libur sekolah tahun ini, kapasitas akomodasi di DIY diproyeksikan akan terus bertambah. 

Sepanjang tahun 2026, ditargetkan akan ada penambahan sekitar 96 properti baru berkonsep multi-brand guna memastikan daya tampung pariwisata Yogyakarta tetap memadai dan berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved