Sinergi Pemerintah, Komunitas, dan CSR Menguatkan Akses Air Bersih di Daerah Rawan DIY
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah serta kondisi geografis yang menantang, sejumlah titik krisis air terbantu lewat CSR
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
“Dinas terkait itu perlu punya shopping list—kebutuhan dari masing-masing dinas. Karena dana APBD terbatas. Kalau ada shopping list, perusahaan tinggal klik: saya mau bantu yang ini,” jelasnya.
Ia menyebut Kota dan Kabupaten Semarang sudah memiliki sistem aplikasi CSR yang terintegrasi, sementara DIY mulai menerapkannya di Kulon Progo dan Bantul.
Dalam pernyataan akhirnya, Erina menegaskan tujuan jangka panjang.
“Kami ingin sebanyak mungkin kelompok bisa kami dampingi agar bisa mengelola infrastruktur yang mereka punya sampai berkelanjutan. Pemerintah tentu inginnya akses air bersih 100 persen dan air minum aman 100 persen, terutama perpipaan.”
Ia juga mengajak perusahaan untuk tidak ragu terlibat.
“CSR jangan takut membantu kami. Bisa dibicarakan, disesuaikan, dan pasti kami dampingi supaya bermanfaat sampai akhir.”
Karyanti menutup dengan penekanan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, masyarakat, hingga perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengatasi rawan air yang masih meluas.
| Korban Tindak Pidana Termasuk Akibat Klitih di DIY Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Arya Adrean Pecahkan Rekor Nasional dan Lampaui Rekor SEA Games, Akuatik DIY Beri Bonus Rp20 Juta |
|
|---|
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| Pemda DIY Terapkan Pengawasan Hewan Kurban dengan Metode Skrining Tiga Lapis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sinergi-Pemerintah-Komunitas-dan-CSR-Menguatkan-Akses-Air-Bersih-di-Daerah-Rawan-DIY.jpg)