Maxride Terganjal Regulasi, Pemda DIY Siapkan Larangan Operasional
Upaya Maxride masuk sebagai moda transportasi umum di Yogyakarta berpotensi kandas di hadapan regulasi.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Harga yang ramah di kantong dan mendapat sensasi baru naik kendaraan roda tiga jadi nilai plus masyarakat berbondong-bondong mencoba kendaraan itu.
Seorang pengemudi Bajaj Maxride di Kota Yogyakarta, Sapto Nugroho, menyebut jika dirinya baru sebulan banting setir menjadi driver Bajaj Maxride.
"Sudah satu bulan persis jadi driver Bajaj Maxride. Saya dulu di ojek online motor. Kebetulan saya kena suspend di tempat lama dan ada peluang di Maxride dan saya coba," ujarnya ditemui Tribun Jogja di area parkir Abu Bakar Ali.
Dia mengakui, dirinya termasuk driver gelombang pertama dalam mendaftar sebagai pengemudi Bajaj Maxride tersebut.
Selain meminta persyaratan pribadi seperti surat izin mengemudi hingga kartu keluarga, dirinya juga mendapat pelatihan sebelum mendapat unit Bajaj Maxride tersebut.
"Saya dapat unit setelah daftar, saya datang ke Kantor Maxride di Jombor, nyerahin SIM C, KTP sama KK. Lalu diwawancara dan beri pelatihan lalu dapat unit (Bajaj)," jelasnya.
Menurut pria berusia 55 tahun itu, peluang mendapat orderan dari jadi pengemudi Bajaj tersebut cukup tinggi karena unit Bajaj Maxride baru beroperasi sebanyak 50 unit di DIY.
Bila dibandingkan saat dirinya menjadi pengemudi ojek online yang saingannya sangat banyak, jadi driver Bajaj Maxride lebih menggiurkan.
"Sangat beda dengan ojol kemarin karena dari segi penghasilan sangat besar sekali, tapi untuk kecapekan juga imbang. Dulu di ojol capek karena nunggu orderan, sekarang capek karena kebanyakan orderan," ulasnya.
Lanjutnya, dalam sehari dirinya bahkan bisa mendapat 25 orderan dan itu didapatkan dengan 8 jam bekerja.
"Itu kerja 8 jam full tanpa henti. Kalau saya sistemnya empat jam narik, henti dua jam saat siang dan lanjut lagi setelah maghrib," jelasnya.
Rata-rata, kata Sapto, dirinya bisa membawa uang bersih dari hasil jadi driver Bajaj Maxride hingga Rp 150 ribu. Jumlah itu lebih tinggi dari kerjaannya aplikasi sebelumnya.
"Itu sudah nutup setoran, untuk bensin dan bawa uang untuk ke rumah. Kalau bersihnya saya rata-rata per hari bisa Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, kalau di tempat lama saya sampai minus-minus. Susah karena driver banyak," akunya.
| PSIM Yogyakarta Punya Modal Bagus Lawan Malut United, Optimistis Akhiri Puasa Kemenangan |
|
|---|
| Pakar Gizi Unisa Ungkap Bahaya Kantong Kresek Buat Daging Kurban: Mengandung Zat Karsinogen |
|
|---|
| Roadshow ANTARIKSA UNISA Yogyakarta Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Sedayu |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Dalami Tindak Pidana Lain |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bajaj-Maxride-juga-Beroperasi-di-Kota-Yogyakarta-Dishub-Imbau-Lengkapi-Izin-Operasional.jpg)