33 Kali Gempa Guguran Terdeteksi dalam Enam Jam Terakhir

Dalam periode enam jam terakhir, tercatat puluhan aktivitas kegempaan mendominasi gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis (7/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus menunjukkan dinamika yang fluktuatif.

Dalam periode enam jam terakhir, tercatat puluhan aktivitas kegempaan mendominasi gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas di tengah cuaca cerah dengan tiupan angin tenang ke arah barat. 

Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, membumbung sekitar 50 meter dari puncak.

Data meteorologi di sekitar pos pengamatan menunjukkan suhu udara berkisar antara 18.7–19.9°C dengan elembaban 83.8–88 persen dan tekanan udara 872–915.4 mmHg.

Kemudian aktivitas guguran terjadi secara terus-menerus, jarak luncur dan arahnya tidak dapat teramati secara visual.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 9 Mei 2026 : Hujan Ringan Guyur Sleman dan Kulon Progo Utara

Sementara instrumen kegempaan mencatat aktivitas yang cukup intens.

Terdetejsi gempa guguran sebanyak 33 kali, 

Gempa Hybrid/Fase Banyak tercatat 10 kali dan Gempa Vulkanik Dangkal sebanyak 5 kali.

Potensi Bahaya dan Rekomendasi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tetap menetapkan radius bahaya khususnya pada sektor Selatan-Barat Daya dan Tenggara:


Sektor Selatan-Barat Daya: Alur Sungai Boyong (maks. 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks. 7 km).

 Sektor Tenggara: Sungai Woro (maks. 3 km) dan Sungai Gendol (maks. 5 km).

 Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Selain itu, warga diharapkan mewaspadai gangguan abu vulkanik serta ancaman bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di hulu sungai. 

Pihak berwenang juga merekomendasikan penghentian aktivitas penambangan di alur sungai yang berhulu di Merapi (KRB III).

Bagi pelaku wisata, dilarang melakukan kegiatan di area bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak.

Hingga saat ini, status aktivitas masih terus dipantau secara ketat dan akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved