Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus

Seorang warga Kulon Progo yang menjadi suspek dipastikan negatif Hantavirus.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih 

 

Ringkasan Berita:
  •  Seorang warga Kulon Progo yang sempat diduga terinfeksi Hantavirus dinyatakan negatif berdasarkan uji laboratorium, namun masyarakat diminta tetap waspada.
  • Meski kasus manusia-ke-manusia jarang (zoonosis), virus ditemukan pada sampel tikus setempat; penularan terjadi melalui udara yang terpapar kotoran atau urine tikus.
  • Wabah di kapal pesiar Argentina merenggut 3 nyawa, menekankan pentingnya deteksi dini dan menjaga kebersihan lingkungan guna memutus akses tikus ke hunian.

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Seorang warga Kulon Progo yang menjadi suspek dipastikan negatif Hantavirus.

Kepastian itu diperoleh setelah hasil uji laboratorium pasien suspek tersebut keluar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih menyebut hasil dari pemeriksaan laboratorium menyatakan warga yang suspek Hantavirus tersebut negatif.

"Memang ada suspek tapi hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan negatif Hantavirus," katanya pada wartawan, Jumat (08/05/2026).

Namun demikian, ancaman penularan Hantavirus masih ada.

Sebab pihaknya menemukan adanya virus Hantavirus di hewan tikus yang diperiksa sampelnya di laboratorium.

Tikus dikenal sebagai pembawa Hantavirus lewat kotorannya dan bisa menularkannya pada manusia. 

Penularan umumnya hanya terjadi antara hewan, dalam hal ini tikus, ke manusia alias zoonosis.

"Sejauh ini tidak ada kasus penularan Hantavirus dari manusia ke manusia, sifatnya lebih zoonosis," ujar Susilaningsih.

Apa Itu Hantavirus

Penularan Hantavirus dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Gejalanya mirip seperti flu berupa demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan cepat lelah yang muncul 1 hingga 8 minggu setelah paparan kotoran tikus.

Gejalanya bisa meningkat semakin parah dalam waktu 4 sampai 10 hari berikutnya seperti sesak napas parah, batuk kering, dan paru-paru terisi cairan. 

Penyakit ini juga dikenal memiliki risiko kematian tinggi.

Namun hal itu bisa terjadi jika tidak ada penanganan cepat. Itu sebabnya, Susilaningsih mengatakan pemeriksaan perlu dilakukan sebagai deteksi dini jika timbul gejala mirip paparan Hantavirus.

"Segera dilakukan tindakan medis jika ditemukan gejala mengarah pada kasus Hantavirus," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved