Cerita Harjuningsih Berangkat Haji Seorang Diri, Sempat Didampingi Jemaah Asing dan Dibelikan Makan
Ia mengaku sampai sekarang masih belum bisa melepaskan pengalaman luar biasa yang ia dapatkan selama berada di Tanah Suci.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebagian besar jemaah haji asal Kulon Progo telah kembali ke kampung halamannya pada Selasa (02/06/2026). Mereka kembali setelah menjalani Ibadah Haji selama lebih dari sebulan di Arab Saudi.
Salah satunya adalah Harjuningsih (59), jemaah haji asal Kapanewon Nanggulan. Wajah sumringahnya terlihat jelas saat dijumpai di Masjid Agung Kulon Progo, Kapanewon Wates.
Pengalaman luar biasa
Ia mengaku sampai sekarang masih belum bisa melepaskan pengalaman luar biasa yang ia dapatkan selama berada di Tanah Suci. Apalagi ini merupakan pertama kalinya ia menjalani Ibadah Haji.
"Saya senang sekali, sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang jelas sangat bersyukur," kata perempuan yang biasa disapa Bu Jujuk ini.
Harjuningsih mendaftar Ibadah Haji sejak 2012 atau 14 tahun silam untuk dirinya sendiri, lantaran suaminya sudah wafat. Ia pun juga berangkat sendiri tanpa pendamping sama sekali.
Meski tanpa pendamping, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap bersyukur karena perjalanan ibadahnya terbilang sangat lancar. Bahkan ia bertemu dengan orang-orang asing yang ikut mendampinginya.
Salah satunya saat menjalani Tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Harjuningsih saat itu memilih sendirian berjalan kaki dari hotel tempatnya menginap menuju Masjidil Haram untuk Tawaf Wada' di Ka'bah.
"Saat di perjalanan itulah, saya tiba-tiba digandeng oleh jemaah asal Turki, yang menemani sampai masjid," ungkapnya.
Merasa dilindungi Allah
Saat sedang Tawaf pun, ia juga seakan mendapat perlindungan penuh dari Yang Mahakuasa meski seorang diri. Sebab lagi-lagi ia didampingi oleh seorang jemaah asing, kali ini asal Pakistan.
Bahkan jemaah itu sempat membelikan Harjuningsih makanan berupa kebab, usai menjalani Tawaf. Kejadian itu menjadi pengalaman paling tak terlupakan bagi dirinya.
Ia sendiri seharusnya berangkat untuk Haji antara 2023 atau 2024 lalu, namun jadi mundur karena pandemi COVID-19. Namun ia justru bersyukur dengan adanya penundaan itu, lantaran di tahun itu, ia masih bekerja.
"Saya pensiun di 2025 kemarin dan berangkat Haji di 2026, jadi ibadahnya bisa lebih fokus," ujar Harjuningsih.
Saat berada di Tanah Suci Makkah, ia pun sempat mendoakan suaminya yang lebih dahulu dipanggil Yang Mahakuasa. Apalagi suaminya juga belum sempat menunaikan Ibadah Haji.
Berharap jadi manusia baik
Harjuningsih berharap pengalaman Ibadah Haji perdananya itu membuat dirinya menjadi manusia yang lebih baik. Terutama memperbaiki segala kekurangan dalam diri.
"Saya yang sudah sabar mungkin diminta lebih sabar lagi dengan Haji ini, termasuk memperbaiki kata dan perbuatan saya," katanya.
| Satu Jemaah Haji Asal Bantul Meninggal Dunia di Arab Saudi, Satu Masih Jalani Perawatan |
|
|---|
| 357 Jemaah Haji Asal Kulon Progo jadi Rombongan Pertama Kembali dari Tanah Suci |
|
|---|
| Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pungli Lurah Garongan Kulon Progo |
|
|---|
| Bupati Kulon Progo: Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum untuk Refleksi Diri |
|
|---|
| Tanpa Transit Asrama, Ribuan Jemaah Haji Debarkasi YIA Akan Langsung Diberangkatkan ke Daerah Asal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Harjuningsih-Berangkat-Haji-Seorang-Diri-Sempat-Didampingi-Jemaah-Asing-dan-Dibelikan-Makan.jpg)