Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus

Seorang warga Kulon Progo yang menjadi suspek dipastikan negatif Hantavirus.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih 

Susilaningsih mengatakan tidak ada obat khusus untuk pasien Hantavirus. Namun penanganan intensif bisa dilakukan dan penderitanya bisa sembuh selama penanganan bisa dilakukan lebih dini.

Pihaknya pun juga berfokus pada upaya pengendalian dan pencegahan paparan Hantavirus

Upaya itu dilakukan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait.

"Pengendalian kasus lebih ditujukan pada hewan pembawa penyakitnya, yaitu tikus," kata Susilaningsih.

Tewaskan Tiga Orang

 Wabah Hantavirus di kapal pesiar menewaskan tiga orang, baik di atas kapal maupun setelah berlayar dari Argentina sebulan yang lalu.
                                
Sedangkan empat orang lainnya telah dievakuasi dari kapal untuk mendapatkan perawatan medis, menurut BBC News.

Upaya besar-besaran sedang dilakukan untuk melacak orang-orang yang berpotensi terpapar virus yang telah melakukan penerbangan pulang ke berbagai negara, termasuk Inggris, Afrika Selatan, Belanda, Amerika Serikat, dan Swiss.

Namun para ahli kesehatan menyebut bahwa risiko bagi orang umum rendah. Jadi, seberapa khawatir seharusnya kita?

Berdasarkan pembaruan pada hari Kamis, Dr. Maria Van Kerkhove dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa ini bukanlah awal dari pandemi.

"Ini bukan Covid, ini bukan influenza, penyebarannya sangat, sangat berbeda."

Tidak seperti penyakit seperti campak, yang sangat menular dan mudah menyebar, strain hantavirus Andes yang menyebabkan wabah ini tidak terlalu menular.

“Penularan dari manusia ke manusia dimungkinkan, tetapi risiko infeksi secara global tetap rendah,” kata WHO.

Dalam pembaruan terbarunya, disebutkan bahwa delapan kasus, di antaranya tiga dikonfirmasi dan lima dicurigai, telah diidentifikasi pada orang-orang yang berada di kapal tersebut.

Sampai saat ini masih belum jelas bagaimana wabah tersebut bermula.

Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat alias tikus, dan orang terinfeksi dengan menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.

Pelayaran tersebut mengunjungi daerah-daerah satwa liar terpencil, sehingga seorang penumpang mungkin telah terpapar virus saat itu, atau sebelum menaiki kapal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved