Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus
Seorang warga Kulon Progo yang menjadi suspek dipastikan negatif Hantavirus.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Para ahli telah mengamati penyebaran strain Andes di antara pasien manusia dalam wabah sebelumnya, melalui kontak yang sangat dekat.
Dan para ahli kesehatan percaya bahwa beberapa infeksi di atas kapal MV Hondius mungkin telah menular antarmanusia.
Bahkan kapal pesiar mewah pun memiliki kondisi tempat tinggal yang relatif sempit atau terbatas, dengan orang-orang berbagi kabin dan area makan, tempat di mana infeksi dapat menyebar.
Orang bisa tertular dari seseorang yang menghabiskan waktu lama bersama mereka dalam jarak fisik yang dekat.
3 kasus kematian
Tiga kasus kematian tersebut termasuk seorang wanita Belanda yang meninggalkan MV Hondius ketika kapal itu berhenti di pulau St Helena pada 24 April.
Baca juga: SLB PGRI Nanggulan Kulon Progo Gratiskan Biaya Pendidikan Anak Disabilitas
Dia berada di satu kabin dengan suaminya yang sebelumnya meninggal di atas kapal pada 11 April, meskipun saat ini belum diketahui apakah dia termasuk dalam kasus hantavirus yang terkonfirmasi.
Menurut UKHSA, virus Hantavirus tidak menyebar di dunia luar melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjalan di ruang publik, toko, tempat kerja, atau sekolah .
Gejala biasanya muncul antara dua hingga empat minggu setelah terpapar virus, tetapi dapat terjadi lebih dari sebulan kemudian.
Orang-orang atau kontak yang mungkin telah terpapar infeksi, termasuk di kapal, di rumah sakit, atau di penerbangan mana pun yang ditumpangi penumpang akan dipantau.
“Usaha pelacakan kontak yang sedang berlangsung merupakan upaya yang sangat besar dan kami akan terus melakukannya untuk beberapa waktu,” kata Profesor Robin May, kepala petugas ilmiah di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) kepada BBC News.
Apa gejala Hantavirus?
Orang yang terinfeksi virus strain Andes dapat mengalami gejala yang mirip dengan flu, demam, kelelahan, nyeri otot.
Mereka juga mungkin mengalami sesak napas, sakit perut, mual dan muntah, atau diare.
Terdapat tes untuk mendiagnosis infeksi ini, tetapi belum ada pengobatan khusus, meskipun dukungan medis dini di rumah sakit dapat meningkatkan angka harapan hidup. Pengobatan ditujukan untuk gejala yang muncul.
| SLB PGRI Nanggulan Kulon Progo Gratiskan Biaya Pendidikan Anak Disabilitas |
|
|---|
| Ambisi Sempurnakan Musim, PSS Sleman Siap Tempur Lawan Garudayaksa FC di Final |
|
|---|
| Honor Guru PAUD di Kulon Progo Tergerus Pemotongan Dana Desa, dari Rp 500 Ribu Jadi Rp 350 Ribu |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Dalami Tindak Pidana Lain |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kadinkes-Kulon-Progo-Respons-soal-Adanya-Suspek-Hantavirus-Pastikan-Nihil-Kasus-Positif.jpg)