Reaksi Orang Tua di Bantul soal Maraknya Keracunan MBG: Pemerintah Kurang Profesional
Selama ini pelaksanaannya terkesan kurang profesional. Sebaiknya, tetap dilaksanakan, tetapi supervisi dilakukan secara ketat dan rutin
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Kurang profesional
Demikian pula dengan, Agus (39), warga Kapanewon Bantul, turut berkomentar bahwa sebenarnya setuju dengan program MBG. Sebab, program itu dapat meningkatkan gizi dan meringankan beban orang tua untuk memberikan sangu kepada anak.
"Tapi selama ini pelaksanaannya terkesan kurang profesional. Sebaiknya, tetap dilaksanakan, tetapi supervisi dilakukan secara ketat dan rutin," pesannya.
Ia pun menjelaskan bahwa anaknya kerap mendapatkan MBG dengan menu yang kurang sesuai dengan selera anak sekolah.
"Anak saya kan sekolah di salah satu SMP di Jogja. Di bilang selalu dapat MBG. Tapi, menunya kurang sesuai selera anak-anak. Saya juga harap, ke depan tidak hanya kualitas dan higienis makanan saja yang diutamakan, tetapi juga selera makan anak-anak turut diperhatikan," pintanya.(nei)
Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Plastik dalam Ember Ditemukan di Maguwoharjo |
![]() |
---|
Barca Cari Solusi Penuhi Regulasi Keuangan La Liga, Akankah Fermin Dilepas |
![]() |
---|
Kukuhkan Bulan Dana PMI 2025, Wali Kota Magelang Ajak Masyarakat Peduli Sesama |
![]() |
---|
DPRD Bantul Tergetkan Perubahan Perda Tentang LP2B Rampung pada Triwulan III 2025 |
![]() |
---|
Dana Bantuan Parpol di Sleman Diusulkan Naik 140 Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.