Reaksi Orang Tua di Bantul soal Maraknya Keracunan MBG: Pemerintah Kurang Profesional

Selama ini pelaksanaannya terkesan kurang profesional. Sebaiknya, tetap dilaksanakan, tetapi supervisi dilakukan secara ketat dan rutin

KOMPAS.COM/DANI JULIUS
KERACUNAN MBG LAGI: Foto dok ilustrasi. Salah satu ruang guru di SMP Muhammadiyah 2 Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, penuh siswa mengeluh seperti mual, muntah, dan diare sejak Rabu (30/7/2025) malam. Kasus keracunan MBG kembali terjadi di DIY, kali ini di Berbah Sleman pada Rabu (27/8/2025).  

Kurang profesional

Demikian pula dengan, Agus (39), warga Kapanewon Bantul, turut berkomentar bahwa sebenarnya setuju dengan program MBG. Sebab, program itu dapat meningkatkan gizi dan meringankan beban orang tua untuk memberikan sangu kepada anak.

"Tapi selama ini pelaksanaannya terkesan kurang profesional. Sebaiknya, tetap dilaksanakan, tetapi supervisi dilakukan secara ketat dan rutin," pesannya.

Ia pun menjelaskan bahwa anaknya kerap mendapatkan MBG dengan menu yang kurang sesuai dengan selera anak sekolah. 

"Anak saya kan sekolah di salah satu SMP di Jogja. Di bilang selalu dapat MBG. Tapi, menunya kurang sesuai selera anak-anak. Saya juga harap, ke depan tidak hanya kualitas dan higienis makanan saja yang diutamakan, tetapi juga selera makan anak-anak turut diperhatikan," pintanya.(nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved