Waspada Macet di 3 Titik Ring Road Utara Malam Ini, Ada Contraflow Imbas Proyek Tol Jogja–Solo

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo–Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan bahwa sterilisasi jalur diperlukan demi kelancaran

Tribunjogja.com/Istimewa
TOL JOGJA SOLO: Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 di Ring Road Utara. 

TRIBUNJOGJA.COM – Pengguna jalan Ring Road Utara, khususnya di kawasan Trihanggo, Gamping, Sleman, perlu bersiap. 

Diberitakan Tribunjogja.com dan info dari Instagram @kominfodiy sebelumnya, malam ini, Jumat (29/8/2025) akan diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow terkait pengerjaan proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2.

Pihak kontraktor, PT Adhi Karya, akan melakukan pemutaran pierhead atau kepala pilar dengan metode Sosrobahu. 

Proses ini membutuhkan ruang cukup besar sehingga sebagian jalan harus ditutup sementara.

Untuk pengerjaan pierhead ini dilakukan menggunakan metode Sosrobahu. 

Teknologi khas Indonesia ini memungkinkan pemutaran struktur beton secara horizontal tanpa harus menutup total jalan di bawahnya.

Dengan cara tersebut, lalu lintas di sekitar lokasi tetap bisa berjalan meskipun ada pekerjaan besar di atasnya.

Rekayasa Lalu Lintas Contraflow

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo–Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan bahwa sterilisasi jalur diperlukan demi kelancaran dan keamanan pekerjaan.

“Besok malam mulai pukul 21.00 WIB sampai 01.00 WIB, akan diberlakukan contraflow di Ring Road Utara. Jalur sisi utara ditutup total, sementara kendaraan dialihkan ke jalur sisi selatan,” jelas Agung, Kamis (28/8/2025).

Dengan skema ini, arus kendaraan dari barat ke timur tetap bisa berjalan, namun hanya melalui satu sisi jalan dengan sistem lawan arah (contraflow).

Rekayasa lalu lintas tersebut hanya berlaku satu malam saja.

Selama proses contraflow berlangsung, pengendara diminta untuk lebih waspada. Pihak proyek mengingatkan agar laju kendaraan dikurangi demi menghindari potensi kecelakaan.

Selain itu, setiap pengendara juga diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang sudah dipasang serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.

Agung menekankan, meskipun pekerjaan pemutaran pierhead dengan metode Sosrobahu dilakukan pada malam hari, bukan berarti kondisi jalan otomatis lengang. 

Potensi kepadatan arus kendaraan tetap bisa terjadi di sekitar lokasi. Karena itu, keselamatan bersama harus menjadi prioritas utama bagi semua pengguna jalan.

Lokasi dan Jalur yang Terdampak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved