Mural One Piece di Temuwuh Kidul Dihapus, Kini Berganti Graffiti Kekecewaan

Kini, setelah mural bertema anime Jepang itu dihapus dengan dalih kesepakatan, justru muncul grafitti kekecewaan. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
KEKECEWAAN: Mural one piece yang berada di depan pos ronda RT 02, Temuwuh Kidul Balecatur Gamping dihapus. Setelah mural dihapus di seputar lokasi kini muncul graffiti kekecewaan. Foto diambil Jumat (8/8/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mural bergambar bendera bajak laut Topi Jerami dalam serial One Piece di Temuwuh Kidul, Balecatur, Gamping dihapus. Keberadaan mural, yang berada di persimpangan jalan itu semula menjadi sorotan karena menyuarakan ekspresi keresahan.

GAMBAR: Mural one piece tergambar jelas di Temuwuh Kidul, Kalurahan Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman. Mural itu dibuat oleh pemuda setempat saat isu bendera one piece belum viral.
GAMBAR: Mural one piece tergambar jelas di Temuwuh Kidul, Kalurahan Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman. Mural itu dibuat oleh pemuda setempat saat isu bendera one piece belum viral. (Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin)

Kini, setelah mural bertema anime Jepang itu dihapus dengan dalih kesepakatan, justru muncul grafitti kekecewaan. 

"Tulisan tulisan (di aspal) itu simbol kekecewaan, ekspresi kita yang sebenarnya sah, namun dilarang," kata Yuda Mhenzeng, pemuda setempat, Jum'at (8/8/2025). 

Pantauan di lokasi, gambar Jolly Roger yang semula tergambar di persimpangan jalan Temuwuh Kidul, tepatnya di depan pos ronda Rt 02 kini sudah terhapus dengan di blok cat hitam. Di seputar cat hitam itu tertulis 'mengheningkan cipta'.

KECEWA: Mural one piece yang berada di depan pos ronda RT 02, Temuwuh Kidul Balecatur Gamping dihapus. Setelah mural dihapus di seputar lokasi kini muncul graffiti kekecewaan. Foto diambil Jumat (8/8/2025)
KECEWA: Mural one piece yang berada di depan pos ronda RT 02, Temuwuh Kidul Balecatur Gamping dihapus. Setelah mural dihapus di seputar lokasi kini muncul graffiti kekecewaan. Foto diambil Jumat (8/8/2025) (Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin)

Bahkan di seputar lokasi, juga muncul beragam tulisan bernada sindiran, antara lain "Kebenaran Akan Tetap Hidup", Kita Ada dan Berlipat Ganda". Kalimat ini mirip dengan kalimat dari lagu yang dinyanyikan Fajar Merah. 

Di sebelah sisi yang lain, juga terdapat kalimat:

"Kapan seseorang itu mati? saat jantung mereka tertembak senjata? saat mereka menderita penyakit yang tidak disembuhkan? saat mereka makan jamur beracun, juga bukan!! Tapi, saat mereka telah dilupakan oleh orang lain".

Mhenzeng mengungkapkan, para pemuda karang taruna RT 02 Temuwuh Kidul sangat cinta tanah air Indonesia.

Ekspresi kecintaan itu dituangkan dengan semangat gempita menghias pos ronda.

Mereka menghias bagian dalam pos ronda dengan dominasi warna merah dan putih.

Di depan pos berkibar gagah bendera merah putih, lengkap dengan umbul umbul dalam rangka semarak memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia. 

Karena cinta dengan Indonesia, menurut dia, pihaknya juga berhak bersuara, satu di antaranya lewat kritik yang membangun apabila ada yang perlu dibenahi. 

"Karena salah satu bentuk kepedulian kita ke negara atau pemerintah adalah mereka yang peduli melalui kritik. Agar yang di atas bisa berbenah dan lebih bijak lagi dalam membuat peraturan (kebijakan) yang bisa membantu masyarakat, jangan yang memberatkan," katanya. 

Setelah dihias dengan semangat kemerdekaan, pos ronda di RT 02 Temuwuh Kidul yang merupakan wilayah Sleman perbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul itu lebih hidup.

Tempat tersebut menjadi wadah kreatifitas anak-anak muda, ruang berkumpul untuk mencegah kriminalitas, sekaligus tempat kesadaran keamanan lingkungan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved