Mural One Piece di Temuwuh Kidul Dihapus, Kini Berganti Graffiti Kekecewaan

Kini, setelah mural bertema anime Jepang itu dihapus dengan dalih kesepakatan, justru muncul grafitti kekecewaan. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
KEKECEWAAN: Mural one piece yang berada di depan pos ronda RT 02, Temuwuh Kidul Balecatur Gamping dihapus. Setelah mural dihapus di seputar lokasi kini muncul graffiti kekecewaan. Foto diambil Jumat (8/8/2025) 

Meskipun, tidak dipungkiri anak-anak muda di sana sedikit kecewa, karena mural one piece, yang berada tepat di depan pos ronda, dalam rangkaian semarak kemerdekaan akhirnya dihapus.

Mural tersebut dihapus pada Kamis (7/8) malam, oleh para pemuda sendiri. Menzheng mengakui ada sedikit intervensi dalam proses penghapusan mural itu. 

Sehari sebelum dihapus, ia dan teman-temannya diajak dialog bersama perangkat Pemerintah Kalurahan dan tokoh masyarakat.

Dalam mediasi tersebut, para pemuda diminta menghapus mural dengan dalih digambar di tengah jalan yang merupakan fasilitas umum (fasum).

Para pemuda semula menolak. Namun gambar tersebut akhirnya dihapus karena menghormati para tokoh masyarakat setempat. 

Mhenzeng berpendapat dengan dihapusnya mural tersebut menunjukkan bahwa pemerintah takut, ketika masyarakat mulai memahami dan menyadari melalui pemberitaan bahwa mereka belum merasa terbantu dengan kebijakan kebijakan pemerintah.

Apa yang ditakutkan pemerintah menurut dia sebenernya adalah cerminan dari mereka sendiri. 

"Sekarang jika mereka tidak merasa, kenapa tersindir dengan anime atau viralnya bendera one piece.  Semakin mereka melarang justru semakin membuat masyarakat bertanya,  mengapa sebegitu seriusnya pemerintah menangani kasus bendera atau mural one piece," ujarnya. 

"Bukankah ada hal yang lebih penting yang sebenarnya bisa pemerintah lakukan daripada gercep (gerak cepat) ke bendera one piece atau anime?," sambung dia. 

Kesepakatan

Dukuh Temuwuh Kidul, Firmansyah Zainuri mengatakan, mural one piece di Temuwuh Kidul dihapus oleh para pemuda sendiri atas kesepakatan bersama.

Menurut dia, sebelum dihapus sudah ada mediasi antara pemerintah Kalurahan, bersama tokoh masyarakat dan para pemuda pembuat mural.

Dalam mediasi tersebut telah disepakati mural bergambar lambang bajak laut topi jerami itu lebih baik dihapus. Sebab digambar di jalan yang merupakan fasilitas umum. 

"Karena itu mural dijalan umum. Artinya kalau dijalan umum dilewati orang umum juga, karena digunakan untuk fasilitas umum. Akhirnya antara warga masyarakat dan pemuda si pembuat mural punya kesepakatan kalau mural itu lebih baik dihapus," katanya.(*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved