Hari Terakhir Festival Cokelat Nglanggeran 2025 di Gunungkidul
Festival Cokelat Nglanggeran 2025 dan Geopark Night Specta Vol. 7.0 resmi dibuka di kawasan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Embung Nglanggeran
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Iwan Al Khasni
Gunungkidul Tribunjogja.com -- Festival Cokelat Nglanggeran 2025 dan Geopark Night Specta Vol. 7.0 resmi dibuka di kawasan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Embung Nglanggeran, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
Mengusung tema “Cokelat Lokal Berdaya Saing Global”, festival ini menjadi wadah promosi sekaligus penguatan sektor kakao dan pariwisata berbasis geopark.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (20/7/2025) ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.
Festival ini juga masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti mengatakan, penyelenggaraan festival bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan komoditas kakao.
Ia menilai Kalurahan Nglanggeran merupakan salah satu sentra kakao potensial di Gunungkidul, didukung oleh keberadaan sejumlah unit pengolahan seperti TTP, Griya Coklat, dan Joglo Coklat.
“Kami ingin mendorong tumbuhnya young entrepreneur di bidang pertanian, khususnya pada komoditas kakao-cokelat,” ujar Syam.
Syam menambahkan, produk olahan kakao di kawasan ini telah berkembang dengan berbagai merek lokal, seperti Gunkid, Omah Kakao, dan Bingkon Cokelat. Potensi ini dinilai sebagai kekuatan ekonomi baru yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional.
Mewakili Gubernur DIY, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Dr. Sukamto, turut mengapresiasi kemajuan sektor kakao di Gunungkidul. Ia menyebut masyarakat setempat tidak hanya berhasil membudidayakan kakao, tetapi juga mampu memproduksi cokelat berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global.
Perkuat Sinergi
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menilai festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia berharap penyelenggaraan rutin seperti ini dapat mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.
“Event ini bukan hanya ajang seremonial, tapi menjadi motor penggerak kemajuan pertanian dan pariwisata di Gunungkidul,” ujar Joko.
Dalam pembukaan festival, pemerintah menyerahkan merek kolektif kepada sejumlah produk cokelat lokal seperti CHOGER, MANDCLAT, CONKLANG, GUNKID, dan SALPICHO.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan sebanyak 50.000 batang bibit kakao kepada kelompok tani di wilayah Patuk, Ponjong, Karangmojo, Playen, dan Panggang. Bibit tersebut akan digunakan untuk program peremajaan tanaman kakao di lahan seluas 50 hektare.
"Sejumlah kelompok tani turut mendapatkan penghargaan dalam lomba kebun dan uji mutu biji kakao, seperti Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 dari Patuk dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki dari Kulon Progo," terangnya.
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kakao-nglanggeran.jpg)