Hari Terakhir Festival Cokelat Nglanggeran 2025 di Gunungkidul

Festival Cokelat Nglanggeran 2025 dan Geopark Night Specta Vol. 7.0 resmi dibuka di kawasan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Embung Nglanggeran

Istimewa
KAKAO LOKAL: Petani kenalkan produk olahan kakao asli Nglanggeran, pada Jumat (17/7/2025) 

 

Gunungkidul Tribunjogja.com --   Festival Cokelat Nglanggeran 2025 dan Geopark Night Specta Vol. 7.0 resmi dibuka di kawasan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Embung Nglanggeran, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.

Mengusung tema “Cokelat Lokal Berdaya Saing Global”, festival ini menjadi wadah promosi sekaligus penguatan sektor kakao dan pariwisata berbasis geopark.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (20/7/2025) ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul

Festival ini juga masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti mengatakan, penyelenggaraan festival bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan komoditas kakao. 

Ia menilai Kalurahan Nglanggeran merupakan salah satu sentra kakao potensial di Gunungkidul, didukung oleh keberadaan sejumlah unit pengolahan seperti TTP, Griya Coklat, dan Joglo Coklat.

“Kami ingin mendorong tumbuhnya young entrepreneur di bidang pertanian, khususnya pada komoditas kakao-cokelat,” ujar Syam.

Syam menambahkan, produk olahan kakao di kawasan ini telah berkembang dengan berbagai merek lokal, seperti Gunkid, Omah Kakao, dan Bingkon Cokelat. Potensi ini dinilai sebagai kekuatan ekonomi baru yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional.

Mewakili Gubernur DIY, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Dr. Sukamto,  turut mengapresiasi kemajuan sektor kakao di Gunungkidul. Ia menyebut masyarakat setempat tidak hanya berhasil membudidayakan kakao, tetapi juga mampu memproduksi cokelat berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global.

Perkuat Sinergi

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menilai festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia berharap penyelenggaraan rutin seperti ini dapat mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.

“Event ini bukan hanya ajang seremonial, tapi menjadi motor penggerak kemajuan pertanian dan pariwisata di Gunungkidul,” ujar Joko.

Dalam pembukaan festival, pemerintah menyerahkan merek kolektif kepada sejumlah produk cokelat lokal seperti CHOGER, MANDCLAT, CONKLANG, GUNKID, dan SALPICHO. 

Pemerintah juga menyalurkan bantuan sebanyak 50.000 batang bibit kakao kepada kelompok tani di wilayah Patuk, Ponjong, Karangmojo, Playen, dan Panggang. Bibit tersebut akan digunakan untuk program peremajaan tanaman kakao di lahan seluas 50 hektare.

"Sejumlah kelompok tani turut mendapatkan penghargaan dalam lomba kebun dan uji mutu biji kakao, seperti Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 dari Patuk dan Kelompok Tani Ngudi Rejeki dari Kulon Progo," terangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved