Wawancara Eksklusif

Arief Setyanto Wakil Rektor Universitas Amikom Yogya Ungkap Cara AI Pecahkan Masalah Sehari-hari

Bagaimana cara kerja AI tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan apa yang perlu disiapkan oleh seseorang untuk berselaras dengan kemajuan zaman?

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. TRIBUN JOGJA
EKSKLUSIF - Wakil Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Arief Setyanto (kanan) bersama reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri (kiri) di sela-sela wawancara eksklusif di Kantor Tribun Jogja. 

Kalau di sini banyak motor jadi belum mungkin digantikan untuk traffic.

Artinya di beberapa negara, dulunya ada pekerjaan sopir dan sekarang tidak ada karena self driving car tadi.

Jadi ada tantangan kehilangan pekerjaan tapi ada pekerjaan baru muncul.

Pekerjaan baru misalnya, dulu ada pekerjaan satpam untuk jaga outlet tapi sekarang bisa diganti mesin lewat security cyber. Jumlahnya terus naik.

Jadi ada tiga sifat pekerjaan, satu pekerjaan yang memang akan punah, pekerjaan akan terus ada tapi semakin intensif seperti dokter dan ketiga ada pekerjaan baru yang bahkan dalam lowongan 10 tahun yang lalu nggak ada akan jadi ada.

Menurut saya nggak perlu khawatir, namun yang perlu adalah upgrade diri agar sesuai dengan equipment yang baru.

7. Artinya skil yang perlu ditambah dalam menghadapi tantangan zaman?

Betul jadi keyword-nya adalah pengembangan manusianya ini yang kemudian harus dikerjakan.

 Mendidik generasi Z akan beda skilset-nya dengan generasi saya. Mendidik milenial juga beda. Ini punya requirement yang berbeda.

Yang perlu kita siapkan adalah critical thinking harus ada, kalau dulu kerja di pabrik kita diajarkan langkah satu sampai lima dan itu tak akan pernah berubah selama karir kita sebagai buruh.

Sekarang apa yang harus dikreasikan sebagai improve dari hari kemarin, sehingga yang diperlukan adalah critical thinking, berarti anak-anak yang baru lahir selalu diajarkan untuk bertanya.

Selanjutnya adaptif, karena perubahan jalan terus karena perubahan itu abadi. Yang bisa survive adalah orang yang bisa berubah.

Kemudian generasi mendatang harus punya skil digital yang mumpuni dan juga kemampuan berkomunikasi dengan khalayak dari mana saja.  (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved