Wawancara Eksklusif
Arief Setyanto Wakil Rektor Universitas Amikom Yogya Ungkap Cara AI Pecahkan Masalah Sehari-hari
Bagaimana cara kerja AI tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan apa yang perlu disiapkan oleh seseorang untuk berselaras dengan kemajuan zaman?
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Secara umum AI akan kita bagi jadi dua segmen pengguna.
Pertama pengguna AI itu sendiri jadi kalau ada ibu-ibu yang masak pakai AI, kemudian teman-teman arsitektur pakai software yang ada AI untuk bantu desain serta teman-teman pemerintahan dibantu AI koleksi peraturan dan analisis aturan itu bisa kita bantu juga pakai AI.
Akuntan juga bisa kita bantu pakai AI, teman-teman di akuntan biasanya pelototin satu-satu.
Nah sekarang bisa pakai AI untuk melihat laporan yang anomali.
Nah hal-hal ini bisa dipakai, diajarkan pada prodi-prodi yang menggunakan AI sebagai fasilitas untuk mempermudah pekerjaan seperti geografi, arsitektur, perencanaan wilayah kota, akuntansi dan lainnya.
Lalu di Amikom itu juga ada segmen pembuat AI.
Misal pembuat film, itu sekarang pakai AI untuk membuat karakter, membantu membuat story nanti tinggal buat prompt di Chat GPT tolong buatkan kisah cinta Jono dan Jini, nanti pasti dibuatkan, nanti alurnya putus tiga kali di Malioboro.
Itu dibuatkan oleh AI, jadi semuanya bisa jadi script writer semuanya. Amikom kami juga punya FIK atau Fakultas Ilmu Komputer, itu adalah produsen AI-nya. Jadi bagaimana cara membuat AI-nya untuk bisa dinikmati masyarakat.
Misalnya, ada teman-teman di informatika yang kita minta buat AI khusus persoalan hukum jadi law AI.
Apa yang mereka kerjakan, jadi pertama mereka kompilasi seluruh peraturan hukum dan habis itu melatih model kalau ada pertanyaan, misal kalau mau pindah warga negara caranya gimana itu nanti keluar hasilnya.
Ada juga pembuatan mesin yang mengenalkan bahasa-bahasa daerah dan lain sebagainya.
6. Ke depanm pekerjaan kita apakah bisa digantikan oleh AI?
Setiap revolusi industri pasti akan meniadakan jenis pekerjaan tertentu tetapi juga menciptakan pekerjaan baru.
Jadi kalau ditanya meniadakan pekerjaan kita pasti sebagian iya. Tapi ada pekerjaan baru.
Misal di beberapa negara seperti di China sudah ada self driving car, jadi ada mobil yang mengendarai sendiri.
Wawancara Eksklusif Ridwan Kamil: Kata Hati Balik ke Kampung Halaman |
![]() |
---|
Bincang Bareng Pak SBY : Tiga Hal Tentang LavAni |
![]() |
---|
Ganjar Pranowo Kembali Ke Masyarakat, Hendak Buat Film Dokumenter Pengalaman Pribadi |
![]() |
---|
Program Makan Gratis Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto Bukan Gimmick |
![]() |
---|
Jenderal TNI Purn Andika Perkasa Ceritakan Pengalamannya Dimarahi Presiden Jokowi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.