Markas Polda DIY Jadi Magnet Warga untuk Berhenti dan Menonton
Sehari setelah demo ricuh, markas Polda DIY berubah menjadi magnet rasa penasaran warga.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sehari setelah demo ricuh, markas Polda DIY berubah menjadi magnet rasa penasaran warga.
Pengendara sepeda motor yang melintas melambatkan laju kendaraannya bahkan menepi dan berkerumun di Ring Road Utara, Sleman, menjadikan puing-puing markas polisi sebagai tontonan publik.
Pantauan Tribun Jogja di lokasi menunjukkan arus lalu lintas dari arah Markas PMI DIY hingga kawasan Mapolda DIY relatif lancar, meskipun kepadatan terjadi di depan kompleks markas.
Beberapa sepeda motor tampak berhenti di badan jalan untuk memotret dan merekam suasana.
Sejumlah warga bahkan masuk ke halaman depan Mapolda untuk melihat lebih dekat bangunan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang hangus terbakar.
“Saya sengaja berhenti karena penasaran. Semalam kan sempat rusuh, viral di media sosial juga. Jadi pagi ini saya ingin lihat langsung bagaimana kondisinya. Ternyata memang rusaknya parah, apalagi gedung SPKT yang sampai hangus,” kata Ridho, salah seorang pengendara motor yang ditemui di depan Mapolda DIY.
Situasi di sekitar Mapolda DIY Sabtu pagi lebih menyerupai kerumunan penonton dibanding area pascakericuhan.
Warga berkerumun di tepi jalan, sebagian mengabadikan kondisi markas polisi.
Di sisi lain, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman terlihat membersihkan puing-puing bangunan.
“Ternyata ngeri juga kalau dilihat langsung. Kalau hanya lihat di berita atau foto di medsos mungkin tidak begitu terasa. Tapi begitu berdiri di depan, melihat puing hangus berserakan, suasananya seperti habis kebakaran besar. Saya kaget saja, ini markas besar polisi bisa sampai seperti ini,” ujar Ridwan, warga Sleman yang datang bersama istrinya.
Baca juga: Jaga Kondusifitas, Pelajar dan Mahasiswa Sumut di Jogja Diminta Ikuti Imbauan Sri Sultan HB X
Selain Ridho dan Ridwan, sejumlah warga lain juga ikut berhenti dan menyampaikan kesan mereka.
Siti Amaliah, warga Kota Yogya, mengatakan dirinya tidak menyangka kerusakan markas polisi bisa mengundang rasa penasaran begitu besar di masyarakat.
“Biasanya kan kalau ada demo, ya rusuh sedikit terus selesai. Tapi kali ini dampaknya besar sekali sampai gedung terbakar,” tutur Siti.
Siti menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa situasi sosial di Yogyakarta sedang tidak baik-baik saja.
“Kalau sampai markas Polda bisa rusak begini, berarti eskalasinya serius. Saya khawatir kalau kejadian seperti ini berulang," ungkapnya.
Mapolda DIY Mulai Dibersihkan, Kerugian Masih Didata |
![]() |
---|
Update Terkini Situasi Polda DIY Pascakerusuhan Semalam, Bangkai Kendaraan Berserakan |
![]() |
---|
Pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Temui Massa Aksi di Mapolda DIY |
![]() |
---|
Akhirnya Sultan Temui Massa Aksi di Halaman Mapolda DIY, Ini Kata Raja Keraton Yogyakarta |
![]() |
---|
Gending Jawa Mengalun, Tanda Sultan Keluar Temui Massa Aksi di Depan Mapolda DIY |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.