Pesan Sultan Jogja kepada Kepala Daerah di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan kepala daerah agar lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah masing-masing
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Iwan Al Khasni
Jogja Tribunjogja.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan kepala daerah agar lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah masing-masing.
Hal itu disampaikan Sultan usai mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri yang digelar secara daring, Sabtu (30/8/225).
“Kepala daerah punya tanggung jawab untuk menjaga daerahnya masing-masing."
"Berarti harus bisa berperan aktif di dalam membangun daerahnya dari kemungkinan instabilitas. Yang kedua, hati-hati di dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang ada,” ujar Sultan.
Sultan menyinggung sejumlah aktivitas yang dapat memicu persoalan di masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.
Sultan mencontohkan kasus joget-joget anggota DPR di sela rangkaian Sidang Tahunan MPR pada Jumat (15/8) lalu.
Video ini mendapatkan kritikan dari publik, yang dikaitkan dengan gaji dan tunjangan yang didapat anggota dewan.
“Itu sebetulnya kan peristiwa terakhir, setelah selesai sidang. Tapi dipasang di TV, misalnya gitu loh, sepertinya itu bagian dari proses acara, padahal sebenarnya itu sudah akhir dari acara."
"Tapi dibuat sedemikian rupa sepertinya itu sesuatu yang akhirnya timbul persoalan dan kotoran di publik. Jadi hati-hati ya, menyebarluaskan sekarang hal-hal seperti itu. Jadi peka,” kata Sultan.
Sultan menekankan pentingnya kesadaran pejabat publik menyesuaikan diri dengan kondisi sosial masyarakat, terutama di tengah kesenjangan ekonomi.
“Sekarang hanya masalahnya bagaimana diri kita masing-masing, pejabat itu sendiri, bisa menyesuaikan pada kondisi lingkungan sosial."
"Di satu pihak kondisi ekonomi yang berbeda—kayak miskin dan sebagainya itu—ya bagaimana kita tidak pamer, misalnya gitu loh,” ucapnya.
Terkait pengamanan di titik vital DIY pasca kerusuhan yang terjadi di Polda DIY, Jumat (29/8) malam, Sultan menilai situasi masih terkendali.
Menurutnya, yang lebih penting adalah perilaku pejabat agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
| Nova Arianto Senang PSS Sleman Naik Kasta ke Super League, Singgung Derby DIY Kontra PSIM |
|
|---|
| Korban Tindak Pidana Termasuk Akibat Klitih di DIY Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Arya Adrean Pecahkan Rekor Nasional dan Lampaui Rekor SEA Games, Akuatik DIY Beri Bonus Rp20 Juta |
|
|---|
| Tangkal Dampak Negatif Disrupsi Digital, DIY Implementasikan Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah |
|
|---|
| Terdampak Perang, Ekspor DIY Secara tahunan Turun 14,61 Persen pada Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pesan-sri-sultan-hb-x-untuk-warga-jogja-hadapi-tidha-tidha-yang-digambarkan-ronggowarsito.jpg)