Nova Arianto Senang PSS Sleman Naik Kasta ke Super League, Singgung Derby DIY Kontra PSIM
Ia berharap atmosfer derby tetap berjalan aman dan kondusif. Nova menegaskan sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Nova Arianto mengaku senang PSS Sleman kembali promosi ke Super League atau Liga 1.
- Nova menilai Derby DIY antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta bakal sangat dinantikan suporter.
- Ia berharap pertandingan derby berjalan aman dan sepak bola menjadi sarana pemersatu masyarakat.
- Nova berharap pemain muda Indonesia tetap mendapat kesempatan bermain meski aturan wajib U-23 dihapus.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, menyambut positif keberhasilan PSS Sleman promosi kembali ke Super League atau Liga 1.
Nova yang pernah memperkuat PSS pada musim 2001-2002 dan 2015 mengaku ikut senang melihat Super Elja kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Pastinya karena saya tinggal di Jogja dan saya pernah bermain juga bersama PSS, saya senang PSS bisa kembali ke Liga 1. Saya yakin Liga 1 lebih kompetitif dan saya berharap PSS bisa terus berprestasi,” ujar Nova saat Tribun Jogja temui di Lapangan YIS, Sleman, Selasa (19/5/2026) sore.
Derby paling dinantikan
Nova juga menyinggung potensi tersajinya Derby DIY antara PSS dan PSIM Yogyakarta di Super League musim depan. Menurutnya, laga tersebut bakal menjadi pertandingan yang sangat dinantikan masyarakat Yogyakarta dan Sleman.
Meski begitu, ia berharap atmosfer derby tetap berjalan aman dan kondusif. Nova menegaskan sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu, bukan memunculkan persoalan di luar lapangan.
“Sepak bola adalah mempersatukan semuanya. Saya berharap kejadian-kejadian di luar sepak bola tidak terjadi dan pertandingan bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Berharap pemain muda punya kesempatan
Dalam kesempatan itu, Nova juga memberikan pandangan terkait regulasi terbaru Super League musim depan yang tetap mempertahankan kuota 11 pemain asing, namun menghapus kewajiban memainkan pemain U-23.
Menurutnya, Super League merupakan industri profesional sehingga regulasi menjadi bagian dari perkembangan kompetisi.
Namun, ia berharap pemain muda Indonesia tetap mendapat ruang untuk berkembang dan mampu bersaing dengan para pemain asing.
Nova juga menilai penting adanya kompetisi khusus usia muda agar para pemain muda tetap memiliki jam terbang dan kesempatan bermain secara berkelanjutan.
“Kesempatannya pasti tetap ada. Saya harap juga ada kompetisi khusus bagi usia muda agar mereka bisa terus bermain,” ucapnya.
| Nasib Stadion Mandala Krida Tak Kunjung Jelas, Suporter PSIM Bakal Gelar Topo Bisu saat Malam 1 Suro |
|
|---|
| Mural Kritik Korupsi Mandala Krida Dihapus Selektif, Suporter PSIM Yogyakarta Curigai Ada Tekanan |
|
|---|
| Suporter PSIM Yogyakarta Gelar Topo Bisu Mandala Krida Malam 1 Suro, Soroti Nasib Stadion Kebanggaan |
|
|---|
| Irvan Mofu Ingin Rasakan Atmosfer Derby DIY PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta di Super League |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Industri Batik DIY Tertekan Lonjakan Harga Bahan Baku Impor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nova-Arianto-Senang-PSS-Sleman-Naik-Kasta-ke-Super-League-Singgung-Derby-DIY-Kontra-PSIM.jpg)