Warga Puncak Suroloyo Kulon Progo Peringati 1 Suro Lewat Ritual Jamasan Pusaka
Di titik tertinggi Kulon Progo inilah, warga setempat menggelar jamasan pusaka hingga kirab untuk memperingati 1 Suro.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Ki Surakso sebagai Juru Kunci akan membuka penyimpanan kedua pusaka untuk dikeluarkan dan kemudian diarak dalam kirab.
Kirab dilakukan secara meriah oleh warga, di mana mereka turut membawa Gunungan berisi hasil bumi, jajanan pasar, bunga, hingga wewangian. Prajurit bregodo turut mendampingi proses kirab tersebut dengan berjalan kaki.
"Kirab akan membawa 2 pusaka ke Sendang Kawidodaren, yang menjadi tempat jamasan," jelas Ki Surakso.
Perjalanan menuju Sendang Kawidodaren jaraknya sekitar 600 meter dari titik awal kirab.
Setibanya di sendang, kedua pusaka akan didoakan terlebih dahulu sebelum akhirnya dimandikan atau dijamas.
Menurut Ki Surakso, jamasan tidak hanya sebagai ritual semata, tetapi juga menjaga kondisi pusaka agar tetap terawat baik.
Salah satunya dengan mengaplikasikan air perasan jeruk nipis ke mata tombak agar tidak karatan.
"Setelah jamasan, kedua pusaka disimpan sementara di ruang penyimpanan yang ada di sendang," ujarnya.
Ritual diakhiri dengan memperebutkan atau rayahan Gunungan yang sebelumnya menemani perjalanan kirab.
Momen inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh warga.
Ada dua Gunungan yang jadi sasaran warga. Lewat rayahan Gunungan inilah, warga ingin "ngalap berkah", istilah yang lumrah digunakan bagi mereka yang ingin ikut kecipratan berkah dari ritual tersebut.
Seluruh rangkaian jamasan sendiri menjadi wujud syukur warga Puncak Suroloyo atas berkah dan rezeki yang diberikan Mahakuasa.
Mereka percaya, ada alasan baik di balik penitipan kedua pusaka tersebut pada mereka.
"Kami meyakini rezeki dan hasil bumi di Suroloyo ikut mendapatkan berkahnya sejak dua pusaka tersebut diberikan," kata Ki Surakso.(*)
| SMPN 1 Wates Kulon Progo Akan Direlokasi ke Terbah Mulai Tahun Ajaran Baru 2026 |
|
|---|
| Pembangunan Sekolah Rakyat di Lendah Kulon Progo Diklaim Sudah Mencapai 71,9 Persen |
|
|---|
| Sekolah Nasional Terintegrasi Akan Didirikan di Kulon Progo, Gabungkan Jenjang SD hingga SMA |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo: Pengisian Tendik SR Lendah Jadi Wewenang Kemensos |
|
|---|
| Tagihan Berujung Tragedi, Warga Galur Dibunuh Karena Utang Rp1,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ritual-jamasan-di-Puncak-Suroloyo-Kulon-Progo.jpg)