Pembangunan Sekolah Rakyat di Lendah Kulon Progo Diklaim Sudah Mencapai 71,9 Persen

Ketua Tim Teknis Pembangunan SR DIY, Sri Wahyudi menyatakan bahwa pembangunan SR sudah menyentuh capaian 71,9 persen.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
SEKOLAH: Salah satu gedung yang sedang dalam proses pembangunan di kompleks Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, belum lama ini. 
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo telah mencapai progres 71,9 persen menjelang operasional Juli 2026.
  • Proyek dikebut dengan sistem kerja tiga shift dan melibatkan lebih dari 1.200 pekerja.
  • Kehadiran pembangunan Sekolah Rakyat turut menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui warung dan penginapan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo hingga kini terus dikebut. Apalagi operasionalnya dijadwalkan pada Juli 2026, atau saat tahun ajaran baru dimulai.

Ketua Tim Teknis Pembangunan SR DIY, Sri Wahyudi menyatakan bahwa pembangunan SR sudah menyentuh capaian 71,9 persen.

"Progres struktur bawah sudah 100 persen dan struktur atas atap sudah 95 persen," kata Wahyudi memberikan keterangannya pada Jumat (29/05/2026).

Fokus pembangunan

Saat ini pembangunan berfokus pada detail arsitektur dan fasilitas lainnya. Seperti pemasangan jalur listrik dan pipa air air atau Mechanical Electrical Plumbing (MEP) serta landscape.

Pembangunan fisik SR ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Agar target tercapai, Wahyudi mengatakan manajemen saat ini memberlakukan sistem kerja nonstop hampir 24 jam, dengan membagi pekerja ke dalam 3 giliran kerja atau shift.

"Jumlah tenaga kerja juga terus ditingkatkan, di mana sampai hari ini ada sebanyak 1.206 pekerja yang dikerahkan," ujarnya.

Wahyudi mengakui ada kendala terkait ketatnya persaingan pemenuhan tenaga kerja. Penyebabnya karena ada banyak proyek pembangunan yang berjalan serentak dan membutuhkan banyak tenaga kerja.

Optimistis selesai tepat waktu

Meski begitu pihaknya optimistis akan mampu menyelesaikan pembangunan SR sesuai target. Apalagi nantinya ada penambahan tenaga kerja sebanyak lebih dari 200 orang secara bertahap.

"Jumlahnya akan terus bertambah sesuai kebutuhan di lokasi pembangunan," jelas Wahyudi.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan mengatakan sekitar 25 persen tenaga lokal berasal dari Kulon Progo. Sisanya dari daerah Jawa Tengah dan lainnya.

Menurutnya, hampir semua tenaga kerja memilih menetap sementara di sekitar lokasi proyek agar kinerjanya lebih optimal. Warga sekitar pun ikut menyediakan berbagai fasilitas bagi para pekerja.

"Adanya pembangunan SR membuat banyak warung hingga penginapan tumbuh di sekitar lokasi, sehingga menghidupkan ekonomi di sini," kata Haryo.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved