Permintaan Giling Daging di Kulon Progo Naik Signifikan saat Iduladha, Jadi Adonan Bakso

Permintaan penggilingan daging kurban dari masyarakat sudah berdatangan sejak hari pertama Iduladha

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
GILING DAGING: Tumpukan bungkus plastik berisi daging kurban yang akan digiling di Wates, Kulon Progo, Kamis (28/05/2026). Permintaan jasa penggilingan daging melonjak saat momen Iduladha. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Momen Iduladha 1447 Hijriah menjadi berkah bagi pemilik jasa penggilingan daging di Kapanewon Wates, Kulon Progo. Sebab permintaan dari masyarakat untuk menggiling daging kurban melonjak.

Salah satu tempat penggilingan daging kurban di Kulon Progo adalah Depot Daging Sapi dan Giling Bakso Bu Lilik. Lokasinya dekat dengan Terminal Wates dan ramai didatangi warga.

Permintaan naik

Ichwanudin, pengelola Depot Daging Sapi dan Giling Bakso Bu Lilik mengungkapkan bahwa permintaan penggilingan daging kurban dari masyarakat sudah berdatangan sejak hari pertama Iduladha, Rabu (27/05/2026) lalu.

"Sejak kemarin sudah ramai, kami sendiri buka sejak habis subuh sampai sore, setiap hari," katanya ditemui pada Kamis (28/05/2026).

Peningkatan permintaan juga diikuti dengan melonjaknya volume daging yang harus digiling. Saat hari biasa, Ichwanudin melayani jasa penggilingan daging sapi dan ayam untuk pedagang bakso dengan volume antara 80 sampai 90 kilogram (kg) daging dalam sehari.

Namun saat momen Iduladha seperti ini, volume daging yang digiling melonjak hingga 3 sampai 4 kuintal. Banyak dari warga tersebut meminta daging digiling menjadi adonan bakso.

"Adonannya bisa untuk membuat bakso dan isian tahu bakso, ada juga yang minta dibuat jadi kreni daging," ungkap Ichwanudin.

Waktu yang dibutuhkan untuk sekali giling daging menjadi adonan juga cukup cepat, yaitu sekitar 5 menit. Prosesnya mengandalkan 2 tenaga yang dipekerjakan sejak pagi hingga sore hari.

Tarif giling

Ichwanudin mematok tarif jasa giling daging menjadi adonan bakso sebesar Rp 25 ribu per kg. Adonan itu sudah diberi tepung dan bumbu.

"Kebanyakan yang datang dari Wates, tapi ada juga yang dari luar," ujarnya.

Tanti Rastanti adalah salah satu warga yang memanfaatkan jasa penggilingan daging milik Ichwanudin. Ia mengaku sudah menjadi langganan lantaran dirinya punya usaha bakso.

Kali ini, ia membawa daging kurban sebanyak 2 kg untuk dijadikan adonan bakso, dengan biaya Rp 50 ribu. Ia mengatakan daging yang dijadikan adonan bakso akan lebih awet dibandingkan saat masih dalam bentuk daging biasa.

"Selain biayanya terjangkau, rasanya juga enak karena sudah diberi bumbu, jadi di rumah tinggal buat baksonya saja," kata Tanti yang merupakan warga asal Kapanewon Pengasih ini.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved