Perang Kotor di Iran dan Keruntuhan Moral Israel-Amerika

Pada akhirnya meski diwarnai kebingungan, gencatan senjata Israel-Iran versi Trump menunjukkan buktinya. 

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM
Iran kembali menggempur Israel pada Selasa (24/6/2025) dini hari 

Jika ini adalah arah peperangan, maka semua orang—tanpa memandang kebangsaan—harus sangat takut.

Apa yang dilakukan Israel dan Amerika ke Iran sekali lagi mempertontonkan betapa hegemoniknya mereka atas tatanan global. 

Pemerintah Tiongkok mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran piagam PBB, dan sepakat dengan Rusia, cara seperti itu memiliki konsekuensi global

Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menilai Washington telah merusak kredibilitasnya sendiri dengan menyerang situs nuklir Iran.

Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Fu Cong mengatakan kredibilitas Washington rusak baik sebagai negara maupun dalam forum diplomasi internasional apa pun.

Kecaman serupa dilayangkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang menyatakan, menyerang fasilitas nuklir di bawah pengawasan IAEA adalah pelanggaran serius.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyebut tidak ada pembenaran untuk apa yang disebutnya agresi yang tidak beralasan terhadap Iran

Tentu saja Putin memiliki ‘pekerjaan rumah’ besar untuk operasi militernya ke Ukraina, yang kerap dipandang sebagai perang illegal dan aksi terorime oleh Kiev dan barat.

Meski begitu, Rusia memiliki cukup alasan untuk melakukan hal strategi situ, guna mencegat ekspansi NATO ke halan depan rumahnya, Rusia. 

Situasi tegang di Timur Tengah secara umum kini menurun, meski kekerasan luar biasa masih terus terjadi di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon Selatan. 

Jangan lupa juga, kekerasan sektarian baru saja merenggut begitu banyak nyawa di Damaskus, di bawah rezim baru Suriah di tangan Abu Mohammad al Joulani.

Ini menunjukkan kerentanan yang sangat mencemaskan di berbagai tempat, selain perang Israel-Iran sesungguhnya belum berakhir. 

Pertempuran akan memasuki babak lanjut dengan apa yang selalu disebut sebagai peperangan bayangan di antara dua rival ini.

(Setya Krisna Sumarga)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved