Perang Kotor di Iran dan Keruntuhan Moral Israel-Amerika
Pada akhirnya meski diwarnai kebingungan, gencatan senjata Israel-Iran versi Trump menunjukkan buktinya.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Muhammad Fatoni
Ini bukan soal rudal yang mendarat di ruang kota yang padat. Ini adalah serangan yang ditargetkan pada rumah-rumah, di daerah pemukiman, pada malam hari, ketika keluarga sedang berkumpul.
Ini bukan kabut perang. Ini adalah persenjataan yang disengaja. Anak-anak tentu saja tidak terlibat kebijakan pengayaan uranium.
Anggota keluarga tidak mengawasi laboratorium uranium. Namun, mereka meninggal karena kedekata, karena hubungan dengan seseorang yang dianggap berbahaya oleh Israel.
Menyebut peristiwa ini sebagai "kerusakan tambahan" atau collateral damage dalam perang, adalah tindakan pengecut.
Ketika para pengambil keputusan menyetujui serangan terhadap sebuah rumah, mengetahui siapa yang tidur di dalamnya, hasilnya bukan lagi kecelakaan. Ini adalah pilihan.
Sebagian berpendapat dalam perang asimetris, pencegahan harus bersifat personal. Namun, ini bukanlah pencegahan—ini adalah likuidasi.
Ini menunjukkan tidak ada kehidupan sipil yang berdekatan dengan infrastruktur negara yang layak dipertahankan.
Ini mengirimkan pesan bahkan keluarga ilmuwan pun tidak akan luput, seolah-olah batasan moral adalah kemewahan yang tidak lagi mampu kita beli.
Ini bukan pembelaan terhadap posisi nuklir Iran. Ini adalah pembelaan terhadap prinsip dasar bahwa keluarga—anak-anak—tidak dapat menjadi pejuang.
Jika kita mengabaikan garis itu, kita tidak akan memenangkan apa pun.
Pelakunya adalah mereka yang menganggap rasa takut lebih kuat daripada hukum, dan balas dendam lebih cerdas daripada diplomasi.
Membunuh keluarga ilmuwan tidak akan menghentikan program. Itu tidak akan mencegah ancaman di masa mendatang.
Itu hanya akan membuat perdamaian semakin jauh dan pembalasan dendam semakin mungkin terjadi. Apa yang kita normalkan sekarang, akan ditiru oleh orang lain nanti.
Perang kotor (dirty war) yang dijalankan Israel lewat Mossad di dalam wilayah Iran, juga patut dikecam dalam konteks ini.
Romanenko mengingatkan, ini bukan unjuk kekuatan. Itu adalah keruntuhan strategis dan moral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/httpswwwyoutubecomwatchvxH3vf4fFACc.jpg)