Kreativitas dan Keterlibatan Masyarakat Jadi Kunci Pengembangan Jogja Agro Park
Pemanfaatan tagar dan konten kreatif dinilai penting agar Jogja Agro Park makin dikenal luas dan menarik minat publik.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
“Kami akan bersinergi dengan berbagai sektor, baik pemerintah, swasta, maupun pelaku usaha lokal agar JAP benar-benar optimal,” katanya.
Upaya lain yang telah dilakukan, lanjut Syam, adalah pelibatan UMKM lokal dalam berbagai kegiatan di JAP. Harapannya, ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat ekosistem usaha berbasis pertanian.
“Kami ingin JAP bisa menjadi pendorong ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat Wijimulyo. Sekaligus menumbuhkan minat generasi muda pada sektor pertanian yang selama ini kurang diminati,” tambah Syam.
Sebagai langkah percepatan, DPKP juga berencana menyederhanakan prosedur perizinan agar masyarakat bisa lebih mudah berkunjung ke JAP. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan keterlibatan publik sekaligus memperkuat fungsi edukatif JAP.
“Kami akan pangkas tahapan izin agar akses ke JAP lebih terbuka, lebih cepat,” tegas Syam.
Jogja Agro Park merupakan kawasan terpadu yang dirancang sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan wisata agribisnis.
Berlokasi di Desa Wijilan, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, JAP dilengkapi berbagai fasilitas seperti Green House, Zona Edukasi Bercocok Tanam, Taman Biofarmaka, Taman Durian Menoreh, Zona Kandang dan Kolam Ikan, Gudang Alsintan, hingga Restoran dan Kolam Rekreasi.
Selain itu, JAP juga berfungsi sebagai unit pembelajaran agribisnis, inkubator wirausahawan, serta pusat pelatihan untuk pertanian presisi, urban farming, dan sistem pertanian berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya dorongan kolaboratif dari pemerintah, serta peran aktif masyarakat dan generasi muda, Jogja Agro Park diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian modern yang berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. (*)
| Suspek Hantavirus di Kulon Progo Dinyatakan Negatif, tapi Jangan Lengah, Virus Masih Ada pada Tikus |
|
|---|
| SLB PGRI Nanggulan Kulon Progo Gratiskan Biaya Pendidikan Anak Disabilitas |
|
|---|
| Honor Guru PAUD di Kulon Progo Tergerus Pemotongan Dana Desa, dari Rp 500 Ribu Jadi Rp 350 Ribu |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
| Kadinkes Kulon Progo Respons soal Adanya Suspek Hantavirus, Pastikan Nihil Kasus Positif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketum-KONI-DIY-KGPAA-Paku-Alam-X-Rabu-1232025.jpg)