Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Minggu 10 Mei 2026: BPPTKG Catat 1 Kali Guguran Lava
Gunung Merapi teramati mengalami 1 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1200 meter.
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 1 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1200 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (10/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 15 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-7 mm dan lama gempa 53-139.37 detik.
Selain itu tercatat 12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-31 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 15.35-55.93 detik.
Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-17 mm, dan lama gempa 7.55-12.28 detik.
Dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 127.41 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Minggu 10 Mei 2026: Sleman dan Kota Yogya Berpotensi Hujan Ringan
Sementara cuaca berawan hingga mendung, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 18.5-19.5°C. Kelembaban 97-97.7 persen. Tekanan udara 872.1-915.4 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 4 Juni 2026 Siang Ini |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Kamis 4 Juni 2026: Berikut Hasil Pengamatan BPPTKG Yogyakarta |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Siang Ini |
|
|---|
| Update Gunung Merapi : Aktifitas Vulkanik Masih Tinggi, Suplai Magma Terus Berlangsung |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati 6 Kali Guguran Lava dalam 6 Jam Terakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261005-Aktivitas-Gunung-Merapi.jpg)