Lepas Angkatan ke-100 Madrasah Muallimat, Busyro Muqoddas: Masa Depan Muhammadiyah

Keberlanjutan Muhammadiyah di masa-masa mendatang sangat bergantung pada kualitas lulusan dari lembaga pendidikan yang dinaunginya.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/dok. Istimewa
PELEPASAN - Prosesi pelepasan angkatan ke-100 Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta menapakkan tonggak sejarah baru dengan menggelar Wisuda Pelepasan Angkatan ke-100, Sabtu (9/5/2026). 

Momentum satu abad ini meneguhkan peran madrasah dalam mencetak kader perempuan yang siap menjadi penerus estafet dakwah persyarikatan.

​Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, yang hadir dalam prosesi tersebut mengaku bangga melihat sebaran asal daerah para wisudawati yang mencakup seluruh pelosok negeri.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik para kader perempuan ini dengan penuh keikhlasan

​"Saya amati tadi, dari sekitar 200 siswa, beberapa yang diwisuda itu mewakili sejumlah daerah di luar Jawa. Ada Kalimantan, Kupang, Papua, dan seterusnya," tandasnya.

Hal tersebut, ucap Busyro, menandakan daya dukung dan kepercayaan publik kepada Madrasah Muallimat yang diniliai mampu mewakili kepentingan umat Islam di Indonesia.

​Ia pun meyakini, keberlanjutan Muhammadiyah di masa-masa mendatang sangat bergantung pada kualitas lulusan dari lembaga pendidikan yang dinaunginya.

​"Saya yakin dan semoga keberlangsungan Muhammadiyah yang akan datang nanti salah satu sumber daya insaniahnya termasuk berasal dari yang sekarang diwisuda ini," tambahnya.

Baca juga: Hardiknas 2026, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Keteladanan Jadi Kunci Pendidikan Bangsa

Posisi Strategis

​Senada, Sekretaris Umum PP Aisyiyah, Tri Hastuti, menegaskan posisi strategis para lulusan Muallimat di tengah dinamika zaman dan gempuran modernisasi.

Menurutnya, kelulusan ini sekaligus menandai kesiapan santriwati sebagai motor penggerak dakwah persyarikatan setelah bertahun-tahun ditempa secara khusus.

​"Ananda semua adalah anak panah Muhammadiyah dan Aisyiyah, yang akan bergerak menjawab ragam tantangan zaman. Jangan pernah takut dan membatasi diri," pesannya.

Sementara, Direktur Madrasah Muallimat, Unik Rasyidah, menyampaikan, keistimewaan angkatan ke-100 ini juga ditandai dengan lahirnya lulusan pertama dari kelas internasional 

Kendati demikian, ia berpesan, bahwa kelulusan bukan garis akhir, namun pintu gerbang menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. 

"Dunia luar akan menghadirkan banyak tantangan, dari pergaulan, gaya hidup, pemikiran, dan godaan yang bisa menjauhkan seseorang dari nilai-nilai agama. Maka, jadilah perempuan yang kuat prinsip, luas ilmunya, anggun akhlaknya, dan kokoh imannya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved