Kisah Revanno Dobrak Batas Perbedaan Lewat Prestasi Gemilang
Bukti nyata indahnya toleransi umat beragama mewarnai kelulusan SMK Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2025/2026.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Revanno Adrian Prasetyo, siswa Katolik pertama di SMK Muhammadiyah Pekalongan, sukses menjadi lulusan terbaik ke-2 jurusan TSM dan meraih beasiswa magang ke Jepang.
- Sekolah menjamin toleransi dengan tidak mewajibkan pelajaran Islam bagi siswa non-Muslim, serta memfasilitasi guru dan jadwal khusus untuk pelajaran agama Katolik.
- Revanno dan ibunya mengaku tidak pernah mendapat perlakuan berbeda. Lingkungan yang inklusif justru mengubahnya dari anak pemalu menjadi siswa berprestasi.
TRIBUNJOGJA.COM, PEKALONGAN – Bukti nyata indahnya toleransi umat beragama mewarnai kelulusan SMK Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2025/2026.
Revanno Adrian Prasetyo, seorang siswa beragama Katolik, tidak hanya berhasil belajar dengan nyaman tanpa diskriminasi di sekolah berbasis Islam tersebut, namun juga sukses mengukir prestasi gemilang sebagai salah satu lulusan terbaik yang meraih beasiswa magang ke Jepang.
Revanno menjadi siswa non muslim yang pertama kali menjadi salah satu lulusan terbaik SMK Muhammadiyah Pekalongan.
Adapun pelepasan siswa kelas XII lulusan 2025-2026 dilaksanakan di Hotel Dafam Pekalongan pada Selasa (12/5/2026).
Selama menimba ilmu jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), Revanno mengaku tidak pernah mengalami perlakuan berbeda karena keyakinannya.
“Selama di sekolah tidak ada diskriminasi apapun, paling teman bercanda masih normal,” ucapnya seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Revanno mengungkapkan dirinya memilih untuk bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan karena tertarik dengan kualitas jurusan otomotif yang dimiliki sekolah tersebut.
“Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua, SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah. Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini,” ujar Revanno dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, Kamis (14/5/2026).
Selama mengenyam pendidikan, Revanno mengaku mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa lainnya.
Tiada ada diskriminasi sama sekali meski dirinya berbeda keyakinan.
Bahkan rekan-rekan di sekolah dan pihak guru menerimanya dengan baik.
“Kesannya baik, teman-teman dan guru semuanya baik-baik,” ungkap Revanno.
Untuk pendidikan agama selama bersekolah, Revanno mengaku tetap mendapatkan pelajaran agama Katolik.
Pihak sekolah menyediakan guru agama Katolik untuk mendampingi proses pembelajaran.
| Diperkuat Pemain Timnas Basket, SCU Lolos Final Campus League 2026 Regional Jogja |
|
|---|
| Jadwal Misa Kamis Putih 2026 Gereja-gereja di Jogja |
|
|---|
| Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati Buka Posko Mudik, Ada Tempat Salat dan Istirahat |
|
|---|
| Gubernur Luthfi Peringatkan Bupati-Wali Kota Jateng: Cukup Pati dan Pekalongan, Aja Sampek Ping Telu |
|
|---|
| Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kisah-Revanno-Dobrak-Batas-Perbedaan-Lewat-Prestasi-Gemilang.jpg)