Kisah Revanno Dobrak Batas Perbedaan Lewat Prestasi Gemilang

Bukti nyata indahnya toleransi umat beragama mewarnai kelulusan SMK Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2025/2026.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
YouTube/ SMK Mudikal Official
Siswa yang menjadi lulusan terbaik ke-2 di SMK Muhammadiyah Pekalongan 

 Sementara untuk praktik kegiatan keagamaan, Revanno mengikuti pembelajaran di SMAN 3 Pekalongan.

“Di sini pembelajarannya enak. Setelah lulus mau berangkat ke Jepang,” kata Revanno.

Baca juga: Cerita Adik Ipar Dr Sardjito Tak Berani Buka Lima Almari Peninggalan Kakaknya Selama 46 Tahun

Keraguan Orangtua Sirna

Sementara ibu Revanno, Silvia mengaku dirinya sempat ragu saat pertama kali anaknya mau masuk ke SMK Muhammadiyah Pekalongan.

Sebab, dirinya khawatir kalau anaknya akan mendapatkan perlakuan berbeda karena beragama non muslim.

Namun, keraguan itu perlahan hilang setelah mendapat penjelasan langsung dari pihak sekolah mengenai sistem pembelajaran dan toleransi yang diterapkan.

“Saya percayakan ke SMK Muhammadiyah karena keinginan anak sendiri. Anak saya itu lebih suka praktik, penginnya otomotif jurusannya teknik sepeda motor,” katanya.

Silvia menyebut dirinya sempat memastikan kesiapan putranya sebelum akhirnya memilih SMK Muhammadiyah Pekalongan. “

Saya tanya ke anak saya bagaimana, kamu bersedia tidak, karena kita ada di lingkungan muslim. Dia jawab tidak apa-apa,” ujarnya.

Penjelasan pihak sekolah soal pelajaran agama membuat Silvia semakin yakin menyekolahkan anaknya di sana.

“Kebetulan dari kepala sekolah menyambut baik, nanti pelajaran agama menyesuaikan. Ya sudah saya tambah mantap menyekolahkan anak saya di SMK Muhammadiyah,” imbuh Silvia.

Tak Beda-bedakan Siswa

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Muhammadiyah Pekalongan, Musthofa, mengatakan sekolah memang memberikan kebebasan kepada siswa non-Muslim dalam mengikuti pelajaran agama. 

“Saat pembelajaran agama Islam, siswa dibebaskan atau tidak diwajibkan mengikuti pembelajaran. Dijadwalkan waktu dan guru khusus untuk mendapat pembelajaran agama yang dianutnya,” jelas Musthofa saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, seluruh siswa tetap mendapatkan materi yang sama terkait toleransi dan keberagaman.

“Revanno mendapat materi yang sama dengan siswa yang lainnya. Ada Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang mengajarkan menghargai keberagaman beragama, toleransi dan juga penerapan P5,” lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved