Bedah Buku Bubarnya Jemaah Islamiyah, Polri Ajak UNU Jogja Perdalam Riset Pencegahan Terorisme

UNU Yogyakarta diajak untuk membedah lebih dalam perkembangan ini melalui riset dan penelitian untuk mengantisipasi munculnya gerakan serupa

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
BEDAH BUKU: Kolaborasi UNU Yogyakarta dan Polri membedah buku “JI the Untold Story: Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah” di Kampus UNU Yogyakarta, Rabu (4/6/2025) 

Ia menjelaskan, pembubaran JI melalui proses panjang, antara lain melalui pendekatan dengan tokoh-tokoh sentralnya, diskusi yang kontinyu, hingga pembelajaran yang lebih mendalam tentang Islam, terutama kaidah fikih.

“Kami juga melakukan komunikasi dari hati ke hati hingga akhirnya JI bubar. Kami shockingly happy, kaget tapi sekaligus gembira,” kata Mayndra.

Di UNU Yogyakarta, buku yang ditulis oleh Kepala Densus 88 Anti Teror Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, ini dibedah oleh sejumlah pembicara. 

Mereka antara lain Khoirul Anam (Staf Kadensus Bidang Literasi dan Media), Solahudin (pakar terorisme dan penulis), dan Iqbal Ahnaf (Dekan Fakultas Dirasah Islamiyah UNU Yogya), serta Ustaz Para Wijayanto yang merupakan Amir Terakhir Jemaah Islamiyah. 

"Kami meneliti ulang segala tindakan yang dilakukan anggota JI, termasuk tindakan ekstrem dan mengkafirkan sesama muslim di luar kelompok JI, hingga akhirnya pada 30 Juni 2024 kami sepakat membubarkan diri," tutur Wijayanto. 

Adapun Prof Greg Barton, Rektor Deakin Lancaster University yang juga pakar terorisme, memberikan garis besar perkembangan JI terutama sejak Bom Bali 2002 hingga akhirnya membubarkan diri. 

"Mengatasi aksi terorisme hanya dengan pendekatan kekuatan militer tidak akan ada solusi. Untuk mencegah terorisme, Polri harus bekerja sama dengan masyarakat dan civil society seperti NU," kata Greg. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved