Bedah Buku Bubarnya Jemaah Islamiyah, Polri Ajak UNU Jogja Perdalam Riset Pencegahan Terorisme

UNU Yogyakarta diajak untuk membedah lebih dalam perkembangan ini melalui riset dan penelitian untuk mengantisipasi munculnya gerakan serupa

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
BEDAH BUKU: Kolaborasi UNU Yogyakarta dan Polri membedah buku “JI the Untold Story: Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah” di Kampus UNU Yogyakarta, Rabu (4/6/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bubarnya kelompok radikal-teroris terbesar di Asia Tenggara, Jemaah Islamiyah (JI), menjadi fase penting yang menandai surutnya gerakan dan aksi terorisme di Indonesia.

Untuk itu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta diajak untuk membedah lebih dalam perkembangan ini melalui riset dan penelitian untuk mengantisipasi munculnya gerakan serupa di masa mendatang.

Hal ini mengemuka dalam bedah buku “JI The Untold Story : Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah” di The Hall lantai 5 Kampus UNU Jogja, Rabu (4/6/2025).

Buku ini membedah lengkap sejarah panjang organisasi tersebut, beserta ulasan tentang tokoh-tokoh dan ideologinya, hingga akhirnya membubarkan diri pada 30 Juni 2024.

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian Rektor UNU Yogyakarta, Suhadi Cholil menjelaskan bahwa sepanjang 2023-2024 tidak ada aksi terorisme di Indonesia. 

Di balik nihilnya aksi teror ini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap ratusan orang terduga aksi teror. 

“Ini artinya ada keberhasilan Densus 88 danbadan-badan lain untuk mencapai zero act of terror,” ujarnya.

Namun, menurut Suhadi, pertanyaan yang lebih mendasar, apakah seiring pembubaran JI maka hilang pula ideologi kekerasan dan teror. 

Berdasarkan riset yang pernah dia lakukan, ide tentang kekerasan dan aksi teror ternyata masih ada pada sejumlah kelompok.

“Meski aksi-aksi teror bisa diprevensi, gagasan terorisme tidak serta merta hilang,” kata dia.

Untuk itu, dukungan berbagai pihak diperlukan guna mencegah munculnya kembali kelompok-kelompok radikal yang melakukan aksi teror.

“UNU Yogyakarta yang berada di bawah naungan NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia dan toleran, siap berkolaborasi,” tandas Suhadi.

Ajakan kolaborasi ini disambut baik oleh AKBP Mayndra Eka Wardhana, yang mewakili Kepala Densus 88 Polri, dan mengajak civitas UNU Yogyakarta untuk melakukan penelitian secara mendalam tentang sejarah JI.

“JI ini satu-satunya kelompok teror yang membubarkan diri. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok teror lainnya, bahkan di dunia,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved