Update Laka Laut Pantai Baru, Korban Belum Ditemukan, Pencarian Terkendala Ombak Besar
Korban kejadian kecelakaan laut di Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta belum ditemukan.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Tim SAR Gabungan mengerahkan lebih dari 100 personel untuk mencari Riza (30), nelayan yang hilang terseret ombak di Pantai Baru, Bantul, hingga Kamis (14/5) siang.
- Akibat gelombang tinggi dan angin kencang, pencarian dilakukan melalui jalur darat dengan 4 SRU ke arah barat dan timur. Penggunaan perahu jukung ditunda demi keselamatan tim.
- Perahu terbalik akibat mesin mati saat dihantam ombak. Pelampung korban dilaporkan terlepas, sementara dua rekan lainnya berhasil selamat.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Korban kejadian kecelakaan laut di Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta belum ditemukan.
Pantauan Tribunjogja.com, hingga Kamis (14/5/2026) siang, sejumlah tim Search and Rescue (SAR) gabungan DIY masih menelusuri lokasi kejadian guna mencari keberadaan korban bernama Riza (30), nelayan asal Padukuhan Prokerten, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan.
Koordinator Lapangan Satlinmas Rescue Istimewa Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Suhardi, menyebut, operasi pencarian korban dilakukan dengan mendirikan Pos SAR Gabungan dekat lokasi kejadian.
"Di dalamnya ada Basarnas, Polairud, TNI Angkatan Laut, Satlinmas Rescue, Satlinmas Jogo Segoro, hingga relawan," ucapnya saat ditemui di Pantai Baru.
Adapun upaya pencarian yang dilakukan berupa penyisiran di wilayah barat sampai Sungai Progo, wilayah timur sampai Goa Cemara dan sekitarnya.
Selain itu, proses pencarian korban sempat akan dilakukan menggunakan perahu jukung. Namun, dikarenakan kondisi angin dan gelombang yang kencang, sehingga perahu tidak jadi diturunkan ke laut.
"Jadi, pencarian korban pada hari ini, kami menurunkan empat tim Search and Rescue Unit (SRU) wilayah barat, ke timur. Itu melalui jalur darat semua, karena kondisi yang tidak memungkinkan," ujar dia.
Kendati begitu, pihaknya akan melihat perkembangan ombak dan angin di laut Pantai Baru.
Bilamana ombak dan angin tersebut mendukung untuk dilakukan proses pencarian melalui jalur laut, maka akan diturunkan perahu ke laut.
"Memang gelombang tinggi menjadi kendala kita untuk masuk ke laut. Memang karakter laut selatan di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, ombaknya tidak menentu," ucapnya.
Menurut Suhadi, ombak di Pantai Baru hari ini cukup tinggi.Begitu pula dengan sehari sebelumnya atau saat kejadian laka laut berlangsung, kata Suhardi, ombak cenderung tinggi dan dibarengi dengan angin kencang.
"Lebih dari 100 SAR Gabungan yang kami terjunkan untuk melakukan pencarian korban," papar Suhardi.
Baca juga: Pencarian Hari Kedua Nelayan Pantai Baru: Tim SAR Gunakan Drone Thermal dan Jukung untuk Sisir Laut
Kronologi Kejadian
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kejadian bermula saat korban dan dua rekannya sedang mencari ikan di laut menggunakan perahu.
Selain melaut, mereka berencana untuk kembali ke darat.
Namun saat hendak mendarat, mesin perahu mengalami trouble.
| Pencarian Hari Kedua Nelayan Pantai Baru: Tim SAR Gunakan Drone Thermal dan Jukung untuk Sisir Laut |
|
|---|
| Perahu Nelayan Terbalik saat Hendak Berlabuh di Pantai Baru, Satu Nelayan Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pantai Baru Bantul, 2 Selamat, 1 Hilang |
|
|---|
| Nelayan Bantul Berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih Segera Diserahterimakan |
|
|---|
| Nelayan di Bantul Sudah Sejak Lama Pilih Pakai BBM Pertalite dan Pertamax, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Update-Laka-Laut-Pantai-Baru-Korban-Belum-Ditemukan-Pencarian-Terkendala-Ombak-Besar.jpg)