Pemda DIY Tancap Gass Tekan Stunting, Pemkot dan Pemkab Bakal Dinilai Kinerjanya
Sugeng menyampaikan bahwa DIY telah menurunkan prevalensi stunting menjadi 17,4 persen pada 2024.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) terus tancap gas dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu langkah strategis terbaru adalah dengan menggelar Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2025.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (28/5/2025) di Hotel Grand Rohan, Bantul, sebagai ajang evaluasi sekaligus konsolidasi lintas sektor.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Sugeng Purwanto.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang tumbuh pendek, namun menjadi indikator kegagalan pemenuhan hak dasar anak secara menyeluruh.
"Penanganan stunting adalah isu kompleks dan multidimensi. Tak bisa sektoral. Harus terintegrasi lintas sektor, dari kesehatan, sanitasi, air bersih, hingga pendidikan pengasuhan," tegas Sugeng.
Dalam forum ini, masing-masing tim penanganan stunting dari kabupaten/kota di DIY hadir memaparkan capaian dan tantangan yang mereka hadapi.
Kota Yogyakarta menjadi daerah pertama yang tampil, membuka sesi presentasi yang diharapkan menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi bersama.
Sugeng menyampaikan bahwa DIY telah menurunkan prevalensi stunting menjadi 17,4 persen pada 2024.
Angka ini menurun 0,6 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Enam Kandidat Bersaing Jadi Sekda DIY, Empat dari Internal Pemda DIY
Meski belum menyentuh angka terendah secara nasional, capaian ini disebut menggembirakan karena mencerminkan progres nyata di tengah kompleksitas tantangan di lapangan.
Pemda DIY, lanjut Sugeng, telah menjalankan delapan aksi konvergensi penurunan stunting.
Aksi ini tidak sekadar program teknis, tetapi juga sarana konsolidasi lintas sektor.
Dalam praktiknya, berbagai pihak terlibat, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat.
"Penilaian ini bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga ajang mencari solusi inovatif sesuai kondisi dan potensi lokal. Dunia usaha, akademisi, hingga komunitas kami ajak bersama bergerak," jelasnya.
| Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng Premium di Bantul |
|
|---|
| Siasat Pegawai Bapperida DIY Sikapi Kebijakan CFD di Kepatihan: Titip Laptop Biar Gowes Lebih Ringan |
|
|---|
| Pemda DIY Dorong Bandara YIA Layani Penerbangan Umrah Langsung |
|
|---|
| Perpanjang STNK Tanpa KTP Asli Bakal Diberlakukan Nasional, Pemda DIY Tunggu Juknis Polri |
|
|---|
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Stunting-via-Antara.jpg)