Mengulik Ujian Nasional Tahun 2025
Salah satu harapan yang muncul dari lembaga pendidikan tinggi adalah kepentingan pencapaian akademik setiap individu peserta.
BERBAGAI media melaporkan bahwa Ujian Nasional akan diterapkan lagi pada tahun 2025 untuk tingkat SMA/MA dan SMK setara.
Prof Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menyatakan bahwa rencana ini muncul setelah beberapa kali berdiskusi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk kepala dinas pendidikan, organisasi profesi guru, masyarakat, pengamat pendidikan, dan media.
Salah satu harapan yang muncul dari lembaga pendidikan tinggi adalah kepentingan pencapaian akademik setiap individu peserta.
Penggunaan istilah ujian akan dihindari. Biyanto, Staf Ahli Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa istilah ujian dirasa cukup menekan, karena ada hasil lulus atau tidak lulus.
Oleh karena itu, istilah yang akan digunakan adalah tes kompetensi akademik.
Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan akademik siswa dengan harapan hasilnya dapat diaplikasikan dalam sistem penerimaan perguruan tinggi. Apakah siswa kelas 12 sudah siap dan mengenal tes tersebut?
Apa yang perlu dipersiapkan oleh Pemerintah?
Pertama, perlu dipastikan spesifikasi ujian atau blueprintnya. Sosialisasikan sesegera mungkin ke sekolah/madrasah agar dapat dipelajari dan didalami. Tinggal sekitar tujuh bulan lagi Ujian Nasional diberlakukan.
Kedua, tes kompetensi akademik telah ditentukan jadi model ujiannya. Perlukah contoh seperti “Ayo Coba AKM” saat era Asesmen Nasional? Dalam rangka memperkenalkan model tes agar siswa terbiasa.
Ketiga, menyiapkan Sistem Digital. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani merekomendasikan agar ujian nasional (UN) diadakan dengan sistem berbasis digital.
Mengacu pada pengalaman pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2019, pemerintah, melalui Pusat Asesmen Pendidikan dan BSNP, telah berhasil menyelenggarakan UNBK yang melibatkan sekitar 2,2 juta peserta menggunakan sistem berbagi sumber daya dan melaksanakan tiga sesi ujian.
Spesifikasi komputer/laptop di blog.dimensidata.com8 telah tercantum spesifikasi yang digunakan pada tahun 2019, yaitu spesifikasi komputer server dan komputer/laptop client/siswa.
Keempat, menghitung Data Peserta UN. Peserta UN adalah siswa kelas 12 SMA, MA, dan SMK yang akan digelar pada November 2025. Menurut laman https://hasilun.pusmendik.kemdikbud.go.id/9, rekap peserta UN pada tahun 2019 jumlah satuan pendidikan yang mengikuti UNBK sebanyak 157.884 , sedangkan jumlah peserta sebanyak 2.137.127. Berapakah jumlah peserta ujian tahun 2025 versi DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) Dirjen PAUD, Dikdasmen?
Kelima, menyiapkan Petunjuk Teknis. Seperti ujian-ujian sebelumnya, pemerintah perlu menyusun Petunjuk Teknis POS UN yang di dalamnya berisi persyaratan, hak dan kewajiban, penyelenggara/ pelaksana UN, persiapan UN, blueprint bahan ujian, dan pemaketan item.
Keenam, kolaborasi dengan beberapa lembaga. Kolaborasi perlu dilakukan dengan Badan Siber dan Sandi Negara yang bertugas menjaga keamanan siber dan informasi; dengan layanan infrastruktur jaringan, untuk memastikan kinerja, keamanan, dan ketersediaan jaringan komputer pada seluruh perangkat daerah; dengan PT untuk meminta dukungan server Ujian Nasional; dengan PLN untuk memastikan ujian berjalan lancar tanpa ada pemadaman di jam-jam berlangsungnya ujian nasional.
Klarifikasi Pihak Vidio dan IEG Kasus Siaran Liga Inggris di Klaten Berujung Lapor ke Polisi |
![]() |
---|
Status Mahasiswa Magister UGM Kampus Jakarta Jadi Aktor Intelektual Pembunuhan Kacab Bank |
![]() |
---|
Kota Terbuat dari Rindu, Faktanya Yogyakarta Justru Jadi Kota dan Provinsi Kesepian di Indonesia |
![]() |
---|
Viral Tunjangan Rumah 50 Juta, Nafa Urbach Kini Janjikan Gaji-Tunjangan untuk Guru di Dapilnya |
![]() |
---|
Cek Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik DIY Hari Ini Kamis 27 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.