Kasus Dugaan Korupsi WiFi Gratis di Sleman, Polisi Sudah Periksa 20 Saksi

Polisi meyakini diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pengadaan proyek tahun jamak yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
PENYELIDIKAN : Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian saat menyampaikan keterangan soal penyelidikan dugaan kasus korupsi WiFi di Pemkab Sleman 

Karena itu, apa yang dilakukan penyidik Polresta Sleman menjadi pembelajaran bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

"Saya support dan siap membantu Polresta Sleman untuk mengevaluasi perjalanan kami, utamanya di Diskominfo," ujar Harda.

Untuk diketahui, WiFi gratis tiap Padukuhan merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Sleman di masa Kepemimpinan Bupati sebelum Harda.

Saat ini pejabat Kepala Dinas Kominfo sudah diganti dan posisi tersebut diisi Pelaksana Tugas (Plt). 

Pemerintah Kabupaten Sleman di masa Bupati Harda juga sedang mengevaluasi program WiFi gratis padukuhan ini.

Sebab, selain sedang dalam penyelidikan pihak Kepolisian, program ini juga disebut mendapat banyak keluhan dari masyarakat, terutama seputar spesifikasi jangkauan jaringan yang terbatas hanya 20 meteran saja.

Evaluasi dibutuhkan untuk membuktikan keluhan masyarakat sekaligus melakukan perbaikan.

Harda mengatakan, program WiFi gratis tiap Padukuhan, yang merupakan program prioritas dari pemerintahan yang lalu sebenarnya baik.

Tujuannya untuk menghadirkan akses internet gratis ke masyarakat. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, diduga kurang sesuai harapan karena banyak masyarakat yang tidak puas.

Pihaknya kini melakukan evaluasi. Mengecek kebenaran keluhan dari masyarakat, sekaligus untuk menjamin mutu dan kualitas program. 

Sembari dilakukan evaluasi, pengadaan WiFi maupun bandwidth di Kominfo Sleman juga sementara distop terlebih dahulu.

Lelang diminta dihentikan. Sebab, pihaknya membutuhkan hasil evaluasi untuk perbaikan program ke depan. 

"Saya tidak mau program yang baik ini, hanya sekadar jalan apa adanya," kata Harda.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved