Rangkuman Pengetahuan Umum
Rangkuman Materi Kimia Kelas 12 Bab II Bagian A dan B: Elektrolit dan Reaksi Redoks
Elektrolit adalah zat penting yang membantu tubuh mengoptimalkan fungsi otak, saraf, otot, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Setiap reaksi kimia memiliki ciri tersendiri.
Reaksi asam basa dapat dikenali dari peningkatan konsentrasi H₂O⁺ atau OH⁻ dalam larutan.
Reaksi perkaratan besi adalah salah satu contoh dari reaksi kimia.
Pada bab ini akan dipelajari reaksi redoks, yaitu reaksi kimia dengan pertukaran elektron dan perubahan bilangan oksidasi.
Reaksi redoks ditandai dengan perubahan bilangan oksidasi dari spesi-spesi yang bereaksi.
Sebelum mempelajari reaksi redoks, perlu pemahaman tentang konsep bilangan oksidasi.
Sangat penting untuk menguasai cara penentuan bilangan oksidasi suatu unsur.
1. Oksidasi dan Reduksi
Oksidasi dan Reduksi dalam Reaksi Redoks:
Dalam reaksi redoks, terdapat spesi yang mengalami kenaikan (oksidasi) dan penurunan (reduksi) bilangan oksidasi.
Perubahan bilangan oksidasi menunjukkan apakah suatu unsur mengalami oksidasi atau reduksi.
Contoh Reaksi Redoks: Magnesium dan Klorin:
Reaksi: Mg(s) + Cl₂(g) → MgCl₂(s)
Magnesium (Mg) mengalami oksidasi:
Bilangan oksidasi Mg meningkat dari 0 menjadi +2.
Mg kehilangan 2 elektron.
Setengah reaksi: Mg(s) → Mg⊃2;⁺(aq) + 2e⁻
Klorin (Cl₂) mengalami reduksi:
Bilangan oksidasi Cl menurun dari 0 menjadi -1.
Cl menarik 1 elektron per atom.
Setengah reaksi: Cl₂(g) + 2e⁻ → 2Cl⁻(aq)
Setengah reaksi digunakan untuk memisahkan reaksi oksidasi dan reduksi dari reaksi redoks keseluruhan.
Diperoleh dengan memperhatikan perubahan bilangan oksidasi setiap zat yang terlibat.
Reaksi Redoks:
Reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi.
Ditandai dengan perubahan bilangan oksidasi dari unsur-unsur yang terlibat.
Oksidasi:
Oksidasi adalah reaksi hilangnya elektron.
Mengakibatkan kenaikan bilangan oksidasi.
Unsur yang mengalami oksidasi disebut sebagai agen pereduksi.
Reduksi:
Reduksi adalah reaksi pengambilan elektron.
Mengakibatkan penurunan bilangan oksidasi.
Unsur yang mengalami reduksi disebut sebagai agen pengoksidasi. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
Berapa Lama Lalat Terbang dalam Sehari? Ini Penjelasan Ilmiahnya |
![]() |
---|
Mengapa Hari Anak Nasional Diperingati Setiap 23 Juli? Begini Sejarahnya |
![]() |
---|
21 Suku Terbesar di Indonesia: Asal Daerah, Ciri Khas, dan Keunikan Budaya Masing-Masing |
![]() |
---|
Penjelasan Lengkap Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin: Perbedaan, Ciri, dan Contohnya |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 2 : Pengertian, Ciri, Tujuan Teks Anekdot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.