Rangkuman Pengetahuan Umum

Rangkuman Materi Kimia Kelas 12 Bab II Bagian A dan B: Elektrolit dan Reaksi Redoks 

Elektrolit adalah zat penting yang membantu tubuh mengoptimalkan fungsi otak, saraf, otot, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
zoom-inlihat foto Rangkuman Materi Kimia Kelas 12 Bab II Bagian A dan B: Elektrolit dan Reaksi Redoks 
kemendikbud
Kimia Kelas 12

Ion-ion bebas menghasilkan media yang dapat menghantarkan listrik.

Hantaran listrik dari elektrolit tidak selalu sama.

Kemampuan hantaran listrik larutan elektrolit perlu dipelajari lebih lanjut melalui aktivitas.


1. Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Non-elektrolit 

Berdasarkan kemampuan hantaran listriknya, zat dapat digolongkan menjadi elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non-elektrolit.

Senyawa yang berperan sebagai elektrolit umumnya adalah senyawa ionik atau senyawa polar seperti asam, basa, dan garam.

Garam sebagai senyawa anorganik padat tidak menghantarkan listrik karena ion-ionnya terikat kuat dalam struktur yang teratur.

Namun, ketika garam dilelehkan atau dilarutkan dalam air, ion-ionnya bergerak bebas dan dapat menghantarkan listrik, sehingga bersifat elektrolit.

Contoh elektrolit adalah larutan asam klorida, asam sulfat, natrium hidroksida, dan natrium klorida.

a. Elektrolit kuat 

Elektrolit kuat adalah zat yang terurai sempurna menjadi ion-ionnya saat dilarutkan dalam air.

Persamaan reaksi: AB(s,l) → A⁺(aq) + B⁻(aq)

Derajat ionisasinya besar, sehingga zat terdisosiasi sempurna.

Menghasilkan larutan dengan konsentrasi ion yang tinggi.

Larutan natrium klorida (NaCl) dan kalium nitrat (KNO₃) adalah contoh elektrolit kuat.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved