Rangkuman Pengetahuan Umum
Rangkuman Materi Kimia Kelas 12 Bab II Bagian A dan B: Elektrolit dan Reaksi Redoks
Elektrolit adalah zat penting yang membantu tubuh mengoptimalkan fungsi otak, saraf, otot, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini kita akan belajar tentang elektrokimia dengan pembahasan mengenai elektrolit dan reaksi redoks.
A. Elektrolit
Elektrolit adalah zat penting yang membantu tubuh mengoptimalkan fungsi otak, saraf, otot, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Ketidakseimbangan elektrolit dapat menimbulkan komplikasi serius.
Menjaga keseimbangan elektrolit tubuh sangat penting.
Jenis Elektrolit Vital adalah kalsium, natrium, magnesium, dan kalium adalah beberapa elektrolit vital dalam tubuh.
Tubuh mendapatkan asupan elektrolit dari minuman dan makanan.
Air minum dari sumber mata air alami mengandung mineral dan ion-ion esensial.
Makanan yang kaya ion elektrolit antara lain kacang-kacangan, kerang, telur, coklat, dan alpukat.
Logam umumnya merupakan penghantar listrik yang baik.
Peralatan elektronik seperti kabel listrik terbuat dari logam.
Beberapa senyawa kimia dapat menghantarkan listrik saat dilelehkan atau terlarut dalam air.
Senyawa kimia ini dinamakan elektrolit.
Elektrolit meningkatkan konduktivitas air saat ditambahkan ke dalamnya.
Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion bebas.
Ion-ion bebas menghasilkan media yang dapat menghantarkan listrik.
Hantaran listrik dari elektrolit tidak selalu sama.
Kemampuan hantaran listrik larutan elektrolit perlu dipelajari lebih lanjut melalui aktivitas.
1. Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Non-elektrolit
Berdasarkan kemampuan hantaran listriknya, zat dapat digolongkan menjadi elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non-elektrolit.
Senyawa yang berperan sebagai elektrolit umumnya adalah senyawa ionik atau senyawa polar seperti asam, basa, dan garam.
Garam sebagai senyawa anorganik padat tidak menghantarkan listrik karena ion-ionnya terikat kuat dalam struktur yang teratur.
Namun, ketika garam dilelehkan atau dilarutkan dalam air, ion-ionnya bergerak bebas dan dapat menghantarkan listrik, sehingga bersifat elektrolit.
Contoh elektrolit adalah larutan asam klorida, asam sulfat, natrium hidroksida, dan natrium klorida.
a. Elektrolit kuat
Elektrolit kuat adalah zat yang terurai sempurna menjadi ion-ionnya saat dilarutkan dalam air.
Persamaan reaksi: AB(s,l) → A⁺(aq) + B⁻(aq)
Derajat ionisasinya besar, sehingga zat terdisosiasi sempurna.
Menghasilkan larutan dengan konsentrasi ion yang tinggi.
Larutan natrium klorida (NaCl) dan kalium nitrat (KNO₃) adalah contoh elektrolit kuat.
Persamaan reaksi pelarutan NaCl: NaCl(s) → Na⁺(aq) + Cl⁻(aq)
b. Elektrolit Lemah
Elektrolit lemah adalah zat yang tidak terdisosiasi sempurna menjadi ion-ion saat dilarutkan dalam air.
Derajat ionisasi elektrolit lemah kecil, sehingga konsentrasi ion yang dihasilkan rendah.
Reaksi elektrolit lemah ditandai dengan tanda panah dua arah, menunjukkan reaksi tidak berlangsung sempurna.
Contoh Larutan asam cuka (CH₃COOH) adalah contoh elektrolit lemah.
c. Non-Elektrolit
Non-elektrolit adalah senyawa kimia yang tidak menghantarkan listrik dalam kondisi lelehan maupun terlarut dalam air.
Zat non-elektrolit tidak meningkatkan konduktivitas air saat dilarutkan.
Pelarutan senyawa non-elektrolit tidak menyebabkan pemutusan ikatan, sehingga tidak dihasilkan ion-ion bebas.
Proses pelarutan non-elektrolit termasuk perubahan fisika.
Contoh: Sukrosa, etanol, dan urea adalah contoh senyawa non-elektrolit.
Contoh reaksi pelarutan molekul non-elektrolit adalah etanol (C₂H₅OH) menjadi larutan etanol (C₂H₅OH(aq)).
B. Reaksi Redoks
Terdapat berbagai jenis reaksi kimia, contohnya reaksi asam basa.
Setiap reaksi kimia memiliki ciri tersendiri.
Reaksi asam basa dapat dikenali dari peningkatan konsentrasi H₂O⁺ atau OH⁻ dalam larutan.
Reaksi perkaratan besi adalah salah satu contoh dari reaksi kimia.
Pada bab ini akan dipelajari reaksi redoks, yaitu reaksi kimia dengan pertukaran elektron dan perubahan bilangan oksidasi.
Reaksi redoks ditandai dengan perubahan bilangan oksidasi dari spesi-spesi yang bereaksi.
Sebelum mempelajari reaksi redoks, perlu pemahaman tentang konsep bilangan oksidasi.
Sangat penting untuk menguasai cara penentuan bilangan oksidasi suatu unsur.
1. Oksidasi dan Reduksi
Oksidasi dan Reduksi dalam Reaksi Redoks:
Dalam reaksi redoks, terdapat spesi yang mengalami kenaikan (oksidasi) dan penurunan (reduksi) bilangan oksidasi.
Perubahan bilangan oksidasi menunjukkan apakah suatu unsur mengalami oksidasi atau reduksi.
Contoh Reaksi Redoks: Magnesium dan Klorin:
Reaksi: Mg(s) + Cl₂(g) → MgCl₂(s)
Magnesium (Mg) mengalami oksidasi:
Bilangan oksidasi Mg meningkat dari 0 menjadi +2.
Mg kehilangan 2 elektron.
Setengah reaksi: Mg(s) → Mg⊃2;⁺(aq) + 2e⁻
Klorin (Cl₂) mengalami reduksi:
Bilangan oksidasi Cl menurun dari 0 menjadi -1.
Cl menarik 1 elektron per atom.
Setengah reaksi: Cl₂(g) + 2e⁻ → 2Cl⁻(aq)
Setengah reaksi digunakan untuk memisahkan reaksi oksidasi dan reduksi dari reaksi redoks keseluruhan.
Diperoleh dengan memperhatikan perubahan bilangan oksidasi setiap zat yang terlibat.
Reaksi Redoks:
Reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi.
Ditandai dengan perubahan bilangan oksidasi dari unsur-unsur yang terlibat.
Oksidasi:
Oksidasi adalah reaksi hilangnya elektron.
Mengakibatkan kenaikan bilangan oksidasi.
Unsur yang mengalami oksidasi disebut sebagai agen pereduksi.
Reduksi:
Reduksi adalah reaksi pengambilan elektron.
Mengakibatkan penurunan bilangan oksidasi.
Unsur yang mengalami reduksi disebut sebagai agen pengoksidasi. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita)
Berapa Lama Lalat Terbang dalam Sehari? Ini Penjelasan Ilmiahnya |
![]() |
---|
Mengapa Hari Anak Nasional Diperingati Setiap 23 Juli? Begini Sejarahnya |
![]() |
---|
21 Suku Terbesar di Indonesia: Asal Daerah, Ciri Khas, dan Keunikan Budaya Masing-Masing |
![]() |
---|
Penjelasan Lengkap Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin: Perbedaan, Ciri, dan Contohnya |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 2 : Pengertian, Ciri, Tujuan Teks Anekdot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.