Kolaborasi SM dan Kemendikdasmen RI Dorong Pendidikan Bermutu Lewat Deep Learning

gerakan pencerdasan oleh Muhammadiyah dilakukan secara inklusif tidak segmented.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
SEMINAR : Antusias para peserta mengikuti seminar In Deep Learning kolaborasi SM-Kemendikdasmen RI, Jumat (30/8/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan Muhammadiyah melalui Seminar dan Sosialisasi In Deep Learning dan TKA bertema Merawat Kecerdasan dan Karakter Bangsa Lewat Deep Learning dan TKA, kolaborasi Suara Muhammadiyah (SM) dengan Kemendikdasmen RI, pada Jumat (29/8/2025).

Seminar ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari sekolah swasta dan negeri di Yogyakarta.

Direktur PT. SCM, Deni Asyari menyampaikan, gerakan pencerdasan oleh Muhammadiyah dilakukan secara inklusif tidak segmented.

“Jadi mungkin yang menyebut gerakan Muhammadiyah ini segmented, mungkin itu hanya ingin mencari viral saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen RI, Anang Ristanto menyampaikan terima kasih ke Muhammadiyah yang membuka diri untuk bekerja sama dengan Kemendikdasmen RI.

“Ini sebagai ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” ujarnya.

Anang sepakat, bahwa menyediakan pendidikan bermutu untuk semua sulit untuk direalisasikan sepihak oleh pemerintah saja. 

Melainkan perlu kolaborasi dan menyatukan langkah sehingga menghasilkan inovasi yang berpihak pada anak didik.

Deep Learning, katanya, merupakan sebuah konsep pembelajaran yang menempatkan murid atau peserta didik sebagai pusat pembelajaran. 

Oleh karena itu, diharapkan pendidikan Indonesia melahirkan manusia terdidik yang siap memajukan Indonesia.

Baca juga: Jogja Travel Excange Jadi Jurus Baru, Siap Datangkan Gelombang Wisatawan ke Kota Yogya

Dia berharap, ke depan sosialisasi in Deep Learning dan TKA ini tidak berhenti di ruangan ini, tapi sosialisasi dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari para peserta seminar.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Kemendikdasmen RI, Arif Jamali Muis menyampaikan keynote speech menegaskan, pendidikan bermutu untuk semua merupakan komitmen utama oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Menurutnya, saat ini persoalan utama pendidikan di Indonesia bukan kurikulum, melainkan model pendekatan. 

Deep Learning ini bukan kurikulum yang digunakan seperti sebelumnya tidak apa-apa, tapi ini adalah model pembelajaran,” katanya.

Model pembelajaran ini, menurutnya memiliki tiga tujuan yaitu menimbulkan kesadaran pada diri murid. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved