Bundaran Plajan di JJLS Gunungkidul Penuh Sampah Berserakan, Ada Juga Botol Miras
Dengan adanya kejadian ini, Lurah Plajan pun berencana akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kepolisian.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Menurutnya, pembangunan bundaran ini prinsipnya untuk mewujudkan pembangunan JJLS.
"Maka, dengan kondisi itu dibuatlah simpang sebidang berupa bundaran yang cukup besar, sehingga lalu lintas di persimpangan yang akan memanfaatkan JJLS bisa terurai, terutama pengguna lalu lintas yang akan menuju ke Wonosari maupun ke pantai sebab lebih cepat, karena tidak lagi ada lampu traffic light," ucapnya.
Dia menyebutkan total panjang jalan yang dibangun mencapai 2,8 kilometer. Selama pembagunan diakuinya Riska ada kendala, termasuk penemuan Gua stalagmit dan stalaktit di lahan perbukitan karst yang menjadi lokasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Ya termasuk penemuan gua kemarin, itu gua tetap kami pertahankan,"ucapnya.
Sementara itu, saat disinggung soal ramainya masyarakat mengunjungi Bundaran Plajan hingga meninggalkan sampah di lokasi tersebut.
Dirinya pun menegaskan agar masyarakat maupun pihak terkait untuk bisa menjaga keselamatan, kebersihan infrastruktur, dan fungsi jalan.
"Jangan sampai mengganggu pengendara lain, apalagi bahu jalan dijadikan tempat berjualan. Dan, sampah jangan dibuang di sembarang tempat, dan yang perlu diingat ini jalan umum bukan destinasi wisata," katanya.(ndg)
DIY Masuk Prioritas Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, Eksekusi Tunggu Pusat |
![]() |
---|
Baru Ada 300 Bank Sampah, Gunungkidul Butuh 1.430 Unit |
![]() |
---|
KAI Bandara Beri Dukungan Pendidikan Hingga Pendampingan Poktan dan Pengolahan Sampah |
![]() |
---|
Satpol PP Panggil Pemilik Sampah Ilegal yang Dibuang di Giring Gunungkidul |
![]() |
---|
Satpol PP Klaim Perilaku Buang Sampah Liar di Bantul Berkurang, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.