Rangkaian Fenomena Astronomi Selama 2025, Ada Parade Planet Hingga Gerhana Matahari
Fenomena astronomi ini akan menghiasi langit mulai Januari hingga Desember mendatang
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM – Berikut rangkaian fenomena astronomi yang akan terjadi pada tahun 2025 ini.
Fenomena astronomi ini akan menghiasi langit mulai Januari hingga Desember mendatang
Fenomena astronomi perdana yang akan menghiasi langit adalah parade planet.
Venus, Mars, Jupiter, Saturnus nantinya dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa bantuan teropong.
Dikutip dari Surya.co.id, Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerhana Puan Nandra Putri dalam Talkshow DOFIDA (Dialog, Obrolan Fakta Ilmiah Populer dalam Sains Antariksa) edisi ke-11 dengan topik: “Intip Fenomena Astronomi 2025" di kanal youtube BRIN Indonesia, dikutip, Rabu(1/1/2025), mengatakan lima planet terdekat dengan bumi nantinya bisa diamati dalam kurun satu malam.
“Parade planet di Januari 2025 akan memperlihatkan fenomena ketika lima planet terdekat dari Bumi, yaitu planet Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dapat diamati secara bersamaan dalam satu malam,”
“Namun, hanya empat planet yang dapat dilihat dengan mata telanjang, yaitu Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus,” ujarnya seperti yang dikutip dari Surya.co.id.
Parade enam planet di bulan Januari diprediksi akan terlihat pada hari-hari menjelang tanggal 21 Januari 2025 atau sekitar tanggal 20 Januari dan sekitar empat minggu setelahnya.
Mars, Venus, Jupiter, dan Saturnus akan terlihat dengan mata telanjang. Sementara untuk melihat Neptunus dan Uranus dibutuhkan perangkat pengamatan berkekuatan tinggi seperti teleskop.
Selain parade planet, Puan menjelaskan fenomena okultasi, yaitu peristiwa ketika satu objek langit menutupi objek lain.
“Di Indonesia, akan terjadi Okultasi Bintang Beta Taurii pada 11 Oktober 2025,” jelasnya.
Peristiwa lainnya adalah gerhana, peristiwa ketika Bumi-Bulan-Matahari berada pada satu konfigurasi tertentu.
“Gerhana Matahari ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dan piringan Bulan menutupi piringan Matahari ketika dilihat dari Bumi, sedangkan gerhana Bulan ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan dan Bumi menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bulan,” ucap Gerhana yang biasa disapa Puan.
Menurutnya, Indonesia juga akan menyaksikan satu gerhana bulan total pada 7 September 2025. Peristiwa ini dimulai pukul 22.28 WIB hingga 8 September pukul 03.55 WIB.
“Gerhana bulan total aman dilihat dengan mata telanjang. Bulan akan tampak memerah saat puncak gerhana karena pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi,” kata Puan.
• Harga Telur Ayam Ras Hari Ini Kamis 2 Januari 2025 di DIY, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul
| Tim Dosen UAJY Lolos Pendanaan Riset Nasional BRIN |
|
|---|
| Pesan Pimpinan Baru BRIN: Peneliti Harus Hadir di Lapangan |
|
|---|
| Eko Suwanto Sebut Data dan Riset Tentukan Arah Kebijakan Membangun Kesejahteraan Masyarakat |
|
|---|
| Eko Suwanto Desak Pemda DIY Bentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah |
|
|---|
| Viral Meteor Melintas di Langit Cirebon, Kilatan Cahaya Disusul Suara Dentuman Keras Minggu Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bacaan-Doa-Salat-Kusuf-Sholat-Gerhana-Matahari-Hibrida.jpg)