Liputan Khusus

Pedagang Takut Pelanggan Kabur, Khawatir Kenaikan PPN Picu Lonjakan Harga Bahan Pokok

Para pedagang khawatir kenaikan PPN itu berefek domino hingga memicu kenaikan harga bahan pokok dan berujung turunnya permintaan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Penjual daging di Pasar Argosari Gunungkidul, Senin (23/12/2024) 

Harga beras masih standar, berkisar Rp13.000-15.000 per kg untuk jenis medium dan premium. Telur sudah mengalami kenaikan harga sejak sekitar sepekan kemarin, dari Rp29.000 per kg menjadi Rp30.000. 

"Permintaan dari konsumen saat ini masih normal, tidak ada yang naik. Cuma nanti, kalau harga bahan pokok itu jadi naik, ya kemungkinan ada pengaruh juga terhadap daya beli konsumen," ucap dia.

Pedagang lain di Pasar Bantul, Nurul (48), juga menyebut kenaikan PPN tahun depan akan berdampak terhadap harga jual bahan pokok.

"Kalau PPN naik, ya kemungkinan bahan pokok juga naik. Sekarang alhamdulillah masih normal, belum ada yang naik. Permintaan juga masih normal, belum ada yang naik," ucap dia.

Cicik (50), penjual daging ayam di Pasar Bantul, juga mengatakan, kenaikan PPN bakal mendongkrak harga dagangannya.

Saat ini, harga daging ayam sudah mencapai Rp35.000 per kg, naik dari banderol tiga hari lalu di kisaran Rp30.000-32.000. 

“Itu naik karena mau Natal saja, bukan karena PPN. Tapi, sepertinya kalau PPN naik, ya harga jual itu besok juga naik. Cuma naiknya jadi berapa, saya belum dapat kabar dari pihak supplier," jelas dia.

Beras dan minyak

Pedagang di Pasar Tradisional Argosari Gunungkidul, Surti (57), mengatakan, saat ini harga daging sapi yang dijualnya masih stabil, belum ada kenaikan.

Meski begitu, ia tetap menyimpan kekhawatiran bahwa kenaikan PPN 12 persen juga akan memicu lonjakan harga jual.

"Kalau efeknya (kenaikan PPN) mungkin sekarang belum terasa ya. Harga daging sapi masih terbilang normal yakni Rp135.000 per kilogram," ujarnya.

Pedagang bahan pokok, Aminuddin (48), berujar harga saat ini tergolong masih stabil. Beras premium seharga Rp16.000 per kg, sedangkan beras medium Rp14.000 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi untuk telur ayam dari Rp28.000 menjadi Rp31.000 per kg. Cabai rawit merah dari Rp38.000 jadi Rp42.000 per kg.

"Sejauh ini belum ada kenaikan yang drastis, harga-harga terbilang masih normal," ungkapnya.
Di Pasar Sentolo, Kulon Progo, harga beras paling tinggi di kisaran Rp16.000 per kg.

"Itu untuk kualitas paling bagus harganya ya masih segitu, belum banyak perubahan," ujar Yati, pedagang sembako di Pasar Sentolo.

Ia justru mengeluhkan harga minyak gorengMinyakita yang justru tidak sesuai dengan labelnya. Pada kemasan tercantum harga Rp15.700 per liter, namun ia menebusnya dengan harga Rp17.000 per liter.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved