Sampai Kapan Fenomena Bediding Terjadi di Yogyakarta? Begini Jawaban BMKG
Sampai kapan udara dingin akan terasa di Yogyakarta? Berikut penjelasan dan prediksi dari BMKG
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Akibatnya, udara dingin tetap terperangkap di dekat permukaan bumi.
Pada daerah dataran tinggi atau pegunungan, memasuki musim kemarau akan lebih dingin karena tekanan udara yang lebih rendah dan kelembapan udara yang lebih sedikit.
3. Umum terjadi di Indonesia
Fenomena bediding umum terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan khatulistiwa hingga bagian utara.
Pada wilayah ini, meski pagi hari cenderung lebih dingin, udara siang hari akan terasa lebih panas.
Pasalnya, ketiadaan awan dan kurangnya uap air saat musim kemarau menyebabkan radiasi langsung Matahari akan lebih banyak yang mencapai permukaan bumi.
Menurut Ida, fenomena bediding pada Juli 2024 sudah melanda daerah dataran tinggi di Indonesia, khususnya bagian selatan.
"Fenomena bediding terjadi di daerah dataran tinggi di Indonesia bagian selatan, seperti Pulau Jawa, Bali sampai Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," ungkap Ida.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
bediding
Yogyakarta
dampak udara dingin
Udara Dingin
suhu udara dingin
penyebab udara dingin
Tribunjogja.com
Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Kini Dilengkapi Area Bermain |
![]() |
---|
Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah |
![]() |
---|
Pemkab Sleman Utang Rp45 Miliar untuk Bangun Gedung RSUD |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Penerimaan Mahasiswa Baru STIPRAM Naik 5 Persen, Program S1 Kepariwisataan Jadi Favorit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.